Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 28 April 2017

Pemprov Papua Upayakan Swasembada Pangan

Pemprov Papua Upayakan Swasembada Pangan
KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tengah mengupayakan swasembada pangan sesuai potensi daerah dan dilakukan berdasarkan kearifan lokal masing-masing kabupaten/kota.

"Sudah saatnya mulai memikirkan swasembada, misalnya Timika swasembada telur, lalu Merauke beras, ini pasti sudah merupakan satu hal yang luar biasa mungkin setiap kabupaten tidak usah banyak-banyak," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Selasa.

Ia mengatakan langkah konkrit sehubungan dengan upaya swasembada pangan itu antara lain mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berpartisipasi aktif dalam program swasembada pangan sesuai potensi komoditas di masing-masing kabupaten/kota.

Minimal per kabupaten satu komoditas yang didorong menuju swasembada.

"Kami meminta pemerintah kabupaten dan kota membuat logo atau merk terhadap hasil komoditas unggulannya, sehingga dapat menjadi ciri khas komoditas unggulan daerah, agar cepat dikenal dunia luar," ujarnya.

Senada dengan Elia Loupatty, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Papua Laduani Ladamai mengatakan madu di Wamena dan buah merah di Tolikara dapat dinamai sesuai karakteristik daerah.

"Dengan begitu, kami yakin komoditas unggulan Papua akan lebih menarik dan dikenal banyak pihak, bahkan bisa lebih mendunia karena memiliki brand dengan ciri khas budaya lokal," katanya.

Laduani menambahkan pihaknya juga mendorong agar Papua ke depan tak lagi menjadi daerah yang membeli satu komoditi, tetapi menjadi daerah penyuplai atau penjual ke luar daerah. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :