Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 25 April 2017

Persiba Balikpapan Perbaiki Transisi Sebelum Lawan Perseru Serui

Persiba Balikpapan Perbaiki Transisi Sebelum Lawan Perseru Serui
JAKARTA - Sebelum bertolak ke Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua untuk menantang Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1, tim pelatih Persiba Balikpapan masih punya pekerjaan rumah untuk memperbaiki transisi dan pressing pemain. Pasalnya, dua sistem organisasi permainan ini dinilai jadi biang keladi start buruk yang dicatatkan tim berjuluk Beruang Madu ini.

Buruknya pressing yang diterapkan Absor Fauzi cs saat bersua Persija, membuat lawan leluasa mengalirkan bola dan mengembangkan permainan. Ini berbanding terbalik dengan yang dilakukan Macan Kemayoran -julukan Persija- ketika Pasukan Biru-Biru menguasai bola. Mereka dengan cepat menekan pemain yang tengah menguasai si kulit bulat dan berusaha merebutnya.

Asisten pelatih Persiba Haryadi menuturkan, seharusnya pressing yang diterapkan anak asuhnya sama dengan penggawa Persija. Pemain terdekat dengan bola wajib melakukan pressing dan merebut bola kembali.

“Itu untuk mencegah lawan menguasai permainan. Minimal membuat lawan tidak percaya diri dalam menguasai bola,” tutur Haryadi, kemarin (19/4).

Pria berlisensi A AFC ini juga menilai transisi dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya juga tidak berjalan cepat. Sehingga menciptakan celah antarpemain. Jarak yang terlalu lebar tersebut, dapat di-eksplore lawan dengan mudah. Alhasil, dengan cepat Ismed Sofyan cs mampu mengancam jala Persiba yang dikawal Dedi Haryanto.

“Ini tidak boleh lagi terjadi. Apalagi nanti main di kandang lawan (Stadion Marora, Red). Pasti pemain Serui akan memanfaatkan peluang yang didapat dengan maksimal untuk mencetak gol. Tentu karena kami ingin menang atau minimal mencuri poin, pemain harus cepat dalam bergerak,” terangnya.

Haryadi mengucapkan permintaan maaf kepada publik Kota Beriman karena di laga perdana gagal memberikan euforia kemenangan. Dia berjanji akan terus memperbaiki kinerja tim dan secepatnya meraih poin absolut. “Terdekat, kami melawan Serui. Semoga saja kami bisa mendapat hasil maksimal di sana,” pungkas Haryadi. (jawapos)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :