-->

Pesawat Kargo Grand Caravan Milik SAS Hilang Kontak di Pegunungan Bintang

Pesawat Kargo Grand Caravan Milik SAS Hilang Kontak di Pegunungan Bintang

KOTA JAYAPURA  - Pesawat C208 grand caravan jenis kargo yang dioperasikan PT. Spirit Avia Sentosa (SAS) hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Tanah Merah (WAKT) ibukota Kabupaten Boven Digoel menuju Oksibil (WAJO), ibukota Kabupuaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Rabu (12/4).

Kepala SAR Jayapura Suyatno mengatakan saat ini pihaknya masih mempersiapkan tim untuk dikirim ke Oksibil guna melakukan pencarian.

"Tim SAR dikerahkan Kamis (13/4) dengan menggunakan pesawat milik Trigana ke Oksibil," kata Suyatno.

Associated Mission Aviation (AMA) pada Rabu siang sudah melakukan pencarian saat pesawatnya terbang dari Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digul ke Oksibil.

Namun, saat melintas pilot pesawat AMA belum menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat nahas dengan nomor penerbangan PK FSO itu, kata Suyatno.

Menurut dia, pesawat yang diduga jatuh dalam penerbangan Tanah Merah-Oksibil itu tidak membawa penumpang dan hanya mengangkut bahan makanan.

"Tidak ada penumpang dalam pesawat itu," kata Suyatno.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Rabu membenarkan adanya infomasi tersebut.

Agus menjelaskan pesawat dengan registrasi PK-FSO tersebut berangkat dari Tanah Merah pukul 11.44 WIT (02.44 UTC) dan diperkirakan mendarat di Oksibil pada pukul 12.14 WIT (03.14 UTC).

"Namun sampai saat ini pesawat belum mendarat dan petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) hilang kontak dengan pesawat yang dipiloti Captai Rio Pasaribu," katanya.

Lokasi koordinat yang dilaporkan adalah 04 48' 47.7" S 140 39' 31.7" E yang berada pada jarak 5.8 nm utara dari Oksibil.

Pada saat kejadian, lanjut dia, kondisi di Oksibil berangin pelan dengan jarak pandang mencapai delapan nautical mille (Nm).

"Saat ini kami sedang melakukan proses pencarian. Saya perintahkan untuk setiap personel penerbangan di sekitar daerah tersebut untuk membantu pencarian dan memberikan segala informasi yang diperlukan," katanya Agus mengatakan saat ini sedang dilakukan pencarian pesawat oleh Tim SAR dibantu dengan beberapa maskapai, seperti misalnya AMA dan Trigana Air serta dari SAS sendiri.

Adapun kronologis kejadian hilangnya pesawat tesebut adalah sebagai berikut, pukul 12.40 WIT (03.40UTC) personel ATC WAJO (Oksibil) mendapat info dari "flight following" SAS di Jakarta yang menyampaikan bahwa PK-FSO menunjukkan signal SOS pada pelacak penerbangan atau "flight tracker" di koordinat 04 48' 47.7" S 140 39' 31.7" E.

Upaya pencarian informasi posisi pesawat PK-FSO dikoordinasikan antara personel ATC di WAJO (Oksibil) dan personel ATC di WAKT (Tanah Merah), namun tidak mendapatkan hasil.

Pukul 13.02 WIT (04.02 UTC) pesawat SAS jenis DHC-6 PK-FSC yang berangkat dari WAJO (Oksibil) menuju ke Sentani, sempat melakukan searching di area koordinat tersebut pada ketinggian 8.500 kaki, namun tidak dapat melihat ke bawah karena kondisi tertutup awan.

Penerbangan ini melaporkan tidak menerima signal ELT.

Pukul 13.33 WIT (04.33 UTC), personel ATC di WAJJ (Sentani) meminta bantuan untuk mencari di area koordinat yang dilaporkan kepada Pesawat Trigana TGN255 yang dalam penerbangan rute Sentani (WAJJ)- Oksibil (WAJO).

Pesawat ini berangkat pukul 13.11 WIT (04.11 UTC) dan sampai di Oksibil (WAJO) pukul 13.58 WIT ( 04.58 UTC) namun tidak menemukan hasil.

Pesawat AMA jenis PAC750 PK-RCE berangkat dari Oksibil (WAJO) pada pukul 13.43 WIT (04.43 UTC), melakukan searching di area koordinat yang dilaporkan.

Pesawat yang dipiloti  Rio Pasaribu dan Brian tersebut mendapat sinyal ELT dari pesawat PK-FSO pada pukul 12.28 WIT (03.28 UTC).

Pesawat tersebut membawa kargo dengan berat kargo total 1.225 kilogram. (antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah