Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 11 April 2017

Polres Jayawijaya Tangkap Pemasok dan Pengedar Sabu-Sabu di Wamena

 
WAMENA (JAYAWIJAYA) - Polres Jayawijaya, Provinsi Papua menangkap seorang yang merupakan bagian dari jaringan pemasok dan pengedar sabu-sabu yang beroperasi di wilayah pegunungan Papua.

Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mengatakan terhitung sejak Januari-Maret 2017 ada lima kasus sabu-sabu yang ditangani.

"Memang sudah ada jaringan yang mereka bangun di sini dan kami akan tetap mengejar mereka. Pelaku yang kami tangkap kemarin, diamankan bersama alat isap dan tiga kantong bening berisikan sabu- sabu, dan perlu saya sampaikan bahwa saya tidak main-main dalam penanganan sabu ini," kata Yan.

Berdasarkan pengakuan sementara pelaku, kata Yan, sabu didatangkan dengan jasa pengiriman Kantor Pos dan dikirim melalui pesawat dari Palopo, Sulawesi Selatan.

"Tetapi itu tidak mungkin karena di Kantor Pos pemeriksaan lebih canggih. Sebelum dirikim barang-barang disortir lebih dulu, sehingga tidak mungkin lolos," katanya.

Menurut dia lagi, sabu itu masuk ke Jayawijaya melalui rute Makassar-Jayapura dan Jayawijaya melalui pesawat terbang.

"Saya sudah perintahkan Kasat Narkoba IPTU Anwar Kayal untuk proses lanjut supaya ada efek jerah bagi mereka," katanya.

Selain penangkapan sabu, polisi mengamankan dua orang pria bersama puluhan botol minuman keras oplosan yang diproduksi dan siap dipasarkan.

"Untuk pembuatan minuman keras oplosan, mereka tidak mengaku diproduksi di sini, tetapi kita akan kejar terus karena tidak mungkin barangnya dikirim dari luar Jayawijaya, apalagi dalam jumlah yang banyak dan menggunakan pesawat," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :