Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 6 April 2017

POM Masih Dalami Kasus Anggota TNI Menembak Guru di Boven Digoel

 
MERAUKE - Kasus penembakan dan penganiayaan yang menimpa seorang oknum guru SD dari Kabupaten Boven Digoel bernama Rahmat Arifula Sitompul (48) oleh oknum anggota TNI, hingga kini masih dalam penyelidikan Sub DenPOM-AD.

Korban RS yang sebelumnya hendak menuju kota Merauke mendapat musibah di Kampung Bupul,  Distrik Elokobel pada Minggu (26/3) lalu yang mengakibatkan korban harus dirawat di RSUD Merauke.

Komandan Korem 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku Lettu D saat ini sedang dimintai keterangan di POM-AD untuk di proses lebih lanjut.

”Kami hanya mengambil keterangan awal, nantinya akan kami kembalikan ke satuan komandonya sesuai protab yang berlaku” ujarnya kepeda wartawan, Kamis (30/3).

Dijelaskan, kejadian itu yang berawal dari korban yang merupakan Guru SD yang melakukan keributan di Bupul dengan menggunakan senjata tajam, diduga sempat mengejar masyarakat dan sopir hailend bahkan ada yang terluka karena ulah korban.

Sedangkan tindakan yang di ambil oleh Lettu D hanya untuk mengamankan masyarakat sekaligus membela diri karena di serang dan sudah mengancam keselamatanya.

”Korban sempat membacok supir, anggota mendapat laporan dari masyarakat maka ia lagsung mencoba mengamankan namun karena Lettu D yang hendak di bacok maka ia melumpuhkan kaki korban” katanya.

Ditambahkan, dari satuan TNI akan memproses kasus ini secara terbuka dan apabila Lettu D bersalah maka akan dikenakan pasal yang dilakukanya sedangkan keluarga korban dan saksi- saksi masih dimintai keterangan.

Sebelumnya salah satu kerabat korban, Ali Sitompul mengatakan, peristiwa itu mengakibatkan korban ditembak 3 kali dibagian pahanya, juga sempat dianiaya hingga babak belur.

”Kami dari pihak keluarga korban mengharapkan oknum anggota TNI itu ditindak seadil- adilnya” tegasnya kepada Wartawan di RSUD Merauke, Senin ( 28/3).

Oknum Guru yang merupakan korban penembakan yang juga diduga pelaku panganiayaan di rujuk ke RSUD Merauke dan dilakukan operasi sejak pukul 14.00 wit dan selesai pada pukul 19.00 wit. (sinarpapua.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :