Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 13 April 2017

Provinsi Papua Mantap jadi Lumbung Pangan Nasional

 
KOTA JAYAPURA - Data Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua yang dikeluarkan Bank Indonesia pada November 2016 menunjukkan kemantapan pemerintah untuk menjadikan Provinsi Papua sebagai lumbung pangan nasional.

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia Annie Rumbiak, di Jayapura, Rabu, mengatakan data Bank Indonesia tersebut menunjukkan adanya tren pertumbuhan positif kontribusi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan terhadap perekonomian di Papua.

"Pemerintah menetapkan Provinsi Papua sebagai lumbung pangan nasional guna memenuhi kebutuhan Indonesia akan energi dan pangan ke depan yang meningkat secara signifikan," katanya.

Menurut Annie, dengan total luasan wilayah daratan Papua kurang lebih 35 juta hektar di mana sekitar 85 persennya masih tertutup hutan, kawasan ini berpotensi tinggi untuk menjadi tumpuan pembangunan ekonomi nasional ke depan.

"Diharapkan 1,2 juta hektar di Kabupaten Merauke dapat dioptimalisasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan setidaknya 30 persen total kebutuhan Indonesia dan mencukupi konsumsi beras bagi wilayah timur," ujarnya.

Dia menjelaskan hasil produksi dari kawasan ini juga berpotensi untuk menembus pasar internasional, salah satunya pasar terdekat yakni Papua Nugini.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir berhasil terjaga pada kisaran rata-rata 4,5 persen hingga 6,5 persen," katanya lagi.

Dia menambahkan dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang positif dan populasi penduduk terbesar keempat di dunia, kebutuhan Indonesia terhadap energi dan pangan ke depan akan meningkat secara signifikan. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :