Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 11 May 2017

Jokowi Akui Beratnya Percepatan Pembangunan Jalan Trans Papua

KOTA JAYAPURA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa daerah atau medan Papua sangat berat sekali dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, sehingga TNI dilibatkan dalam pembangunan.

"Berkaitan dengan infrstruktur, jalan dan jembatan di Papua medannya berat sekali, sehingga ada bagian yang dikerjakan oleh TNI," katanya di Kota Jayapura, Papua, Selasa.

Menurut dia, hal itu bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dari Wamena ke Kenyam yang dikerjakan oleh TNI.

"Besok kita akan lihat pembangunan jalan dari Wamena ke Kenyam, panjangnya sekitar 200 Km, karena medan sangat berat, yang awali dan buka itu TNI. Bahkan Panglima TNI sudah ke sana, tidak tahu berapa kali, tadi pagi saya dengar Panglima TNI sudah cek, dan ada jalan yang belum diaspal atau pun sudah diaspal," katanya.

Untuk itu, kata Jokowi, diperlukan komitmen dan keberanian yang kuat untuk segera membuka dan membuat jalan penghubung antar daerah, dengan harapan bisa mempercepat pembangunan di segala bidang.

"Paling tidak dibuka dulu, kalau tidak punya kemauan itu sangat berat. Saya lihat gambar dan lihat langsung di lapangan, memang medannya bukan berat tapi sangat berat, beda dengan daerah lain seperti Kalimantan, di sini gunung dan sungainya tinggi dan deras," katanya.

Pembukaan infrastruktur jalan dan jembatan, lanjut Jokowi, diperlukan sinergi antarinstansi sehingga kemauan yang kuat untuk pembangunan bisa dilakukan segera mungkin.

"Ini diperlukan kerja sama antarinstansi, seperti Dinas PU Provinsi, tingkat kementrian dan juga TNI, sehingga pembangunan di Papua bisa lebih cepat, saya menargetkan semua pembangunan bisa cepat dilaksanakan," katanya.

"Menteri PU dan PR segera bicara dengan Panglima TNI dan Gubernur Papua agar ini semua bisa di selesaikan. Nanti ada yang bilang presiden tidak perhatikan Papua? Padahal saya sudah kesini enam kali, seprerti pak Gubernur Lukas sampaikan, bahkan saya sering diskusi dengan bupati dan wali kota untuk bagaimana menyelesaikan masalah ini," lanjutnya.

Presiden Jokowi bersama rombongan melawat ke Papua untuk meresmikan dan melihat sejumlah pembangunan di Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya.

Direncanakan kunjungan tersebut dilakukan selama dua hari, 9-10 Mei 2017. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :