Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 1 May 2017

Lawan Persipura, Pusamania Borneo FC Mengeluh

Lawan Persipura, Pusamania Borneo FC Mengeluh
KOTA JAYAPURA - Pusamania Borneo FC tak punya banyak waktu usai mengalahkan Persegres Gresik United di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (29/4). Tim berjuluk 'Pesut Etam' itu langsung bersiap melakoni laga berikutnya.

Sesuai jadwal, Borneo FC akan dijamu Persipura Jayapura di Stadion Mandala Kota Jayapura, Provinsi Papua Selasa (2/5). Waktu yang ada jelas sangat mepet setelah Borneo FC melakoni laga terakhirnya.

Tim Bornoe FC langsung berangkat dari Samarinda pada Minggu (30/4) dini hari. Mereka akan pergi ke Bandara Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan. Selanjutnya, tim akan langsung bertolak ke Jayapura.

Untuk melakoni laga itu, Borneo FC membawa 20 pemain terbaiknya. Mereka di antaranya Ponaryo Astaman, Lerby Eliandri, Terens Puhiri, Rival Lastori, dan Diego Michiels.

Semua pemain asing juga akan diboyong yaitu Flavio Beck Junior, Kunihiro Yamashita, Shane Smeltz, dan rekrutan anyar Matheus Lopes.

"Sebenarnya ada nama Ricky (Ohorella), hanya saja dia cedera tadi, dan harus dilakukan perawatan, saya harap Ricky bisa pulih saat kami kembali ke Samarinda nanti," kata pelatih Dragan Djukanovic seperti dilansir situs resmi Borneo FC.

Sementara di sisi lain, Dragan perjalanan panjang yang harus dilakoni timnya dirasa merugikan. Apalagi jarak pertandingan juga begitu dekat.

"Saya tidak mengerti dengan yang mengatur jadwal ini, kami baru bermain dan harus berangkat lagi 8 jam penerbangan menuju Papua, belum lagi kami harus ke bandara jam 2 pagi dari Samarinda, agar tiba tepat waktu di sana (Jayapura)," paparnya.

Meski begitu, Dragan mengaku tidak gentar dengan situasi itu. Ia justru tertantang dengan kondisi sepakbola di Indonesia saat ini.

"Ingat, kami tidak akan pernah menyerah, kami akan berjuang menghadapi semua ini, kami akan usaha keras untuk yang terbaik," pungkas Dragan.  (sindonews.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :