Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 25 January 2018

39 Distrik di Kabupaten Jayawijaya Belum Terjangkau Internet

39 Distrik di Kabupaten Jayawijaya Belum Terjangkau InternetWAMENA, PAPUA.US - Sebanyak 39 dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya, belum terjangkau internet, demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya Drs. Isak Sawaki saat diwawancarai di kantor bupati,Senin (30/10) kemarin. 

Belum adanya akses internet ini diakuinya cukup menghambat koordinasi antar pemerintah tingkat kabupaten dan tingkat distrik di daerah tersebut.

"Distrik rata-rata belum terpasang, sementara yang sudah ada akses internet hanya diwilayah Distrik Wamena (ibu kota kabupaten) sudah ada jaringan internet tetapi hanya sekitar SKPD saja. Kita harap nanti paling lambat tahun 2019 proyek palapa ring sudah bisa terpasang sehingga seluruh wilayah Jayawijaya, termasuk distrik-distrik kita sudah layani dengan internet," Ungkapnya.

Dirinya memastikan pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan menara internet pada tahun 2018, yang nantinya dapat  menghubungkan beberapa kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua seperti Jayawijaya Nduga, Yalimo, Tolikara, Lanny Jaya, Puncak Jaya, dan Paniai.

"Tahun 2018 kita rencanakan untuk lima titik. Satu di Distrik Trikora yang nanti menghubungkan Jayawijaya dan Kabupaten Nduga. Kemudian satu di Distrik Wamena, satu di Kurulu, satu di Itlay Hisage dan satu di Distrik Wolo," katanya.

Lanjutnya, memasuki penerapan era 'e-government' (elektronik pemerintah) akses internet di kantor pemerintah sangat penting dan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyarankan agar kantor-kantor distrik di Jayawijaya bisa terhubung melalui internet.

"Untuk pencegahan korupsi, diharuskan dalam tahun 2019 seluruh distrik sudah bisa diakses sehingga monitoring untuk kegiatan-kegiatan distrik terutama terkait penggunaan dana desa bisa dimonitoring lewat internet tanpa KPK harus ke Jayawijaya," katanya.

Tambahnya lagi bahkan kini didorong agar 22 sekolah pada berbagai jenjang di sini bisa terpasang jaringan internet di tahun 2017.

"Yang sementara dibangun adalah di SD Inpres Megapura. Sementara 22 sekolah lainnya sudah kita usulkan sehingga kita harapkan bulan November ini sudah terpasang sesuai program dari Kementeriaan Kominfo," tandasnya. (HumasJayawijaya)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :