Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 26 January 2018

Antisipasi Kenaikan Harga Beras Pemprov Lakukan Pengawasan di Lapangan

Antisipasi Kenaikan Harga Beras Pemprov Lakukan Pengawasan di LapanganJAYAPURA, PAPUA.US - Menyikapi kenaikan harga beras yang terjadi secara nasional baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Papua sigap dengan turun ke lapangan (pasar-pasar) melakukan pengawasan secara berkesinambungan.

“Kita langsung berkordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kenaikan beras yang sudah terjadi beberapa pekan ini,” terang Asisten Sekda Papua Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Elia Loupatty, Kamis (25/1) di Jayapura.

Dia katakan, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kenaikan harga beras. Sementara Bulog Papua telah menyampaikan ketersedian beras di bumi cenderawasih saat ini, masih cukup.

“Memang kenaikan harga beras secara nasional saat ini belum berdampak di Papua secara menyeluruh. Sebab panen kita baru terjadi sekitar akhir Maret dan April 2018 kedepan. Sehingga dari segi ketahanan sedikit kurang baik,” terangnya.

Kendati begitu, lanjut dia, Elia mengharapkan kenaikan beras secara nasional tidak berdampak  di Papua secara permanen dalam waktu dekat ini. Supaya harga beras dipasaran bisa dijangkau oleh masyarakat secara luas.

“Makanya kita minta dan dorong terus agar pihak pedagang beras yang ada di Papua tetap mempertahankan harga yang sudah ada. Kita tetap mengimbau supaya mereka tidak menaikkan harganya sembarangan,” ucap dia.

Sementara untuk memaksimalkan ketersediaan beras di Papua, pihaknya berharap ada campur tangan pihak swasta untuk mendukung penampungan beras masyarakat, lebih khusus di wilayah Kabupaten Merauke yang memiliki produksi dengan jumlah besar.

Karenanya, pihak swasta didorong untuk bermitra dengan pemerintah daerah, sekaligus memfasilitasi pembangunan gudang beras. Sebab meski telah dibangun gudang baru oleh pihak Bulog, namun belum mampu menampung seluruh hasil produksi masyarakat.

“Karenanya, kita sambut baik ada upaya dari sejumlah pihak swasta di Kabupaten Merauke yang justru mendukung dan menyediakan satu tempat untuk menjadi gudang beras di Merauke”.

“Sebab memang di Merauke masih memerlukan gudang. Karena meski beberapa waktu pihak Bulog sudah meresmikan gudang yang baru, pada akhirnya masih belum cukup menampung seluruh hasil produksi beras” pungkas dia. (HumasPapua)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :