Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 26 January 2018

Tim Kesehatan Provinsi Papua Sudah Buka Posko di Asmat

 Tim Kesehatan Provinsi Papua Sudah Buka Posko di AsmatJAYAPURA, PAPUA.US - Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengumumkan telah membuka posko kesehatan di Agats Kabupaten Asmat, guna melakukan validasi data kematian anak di kabupaten tersebut, sebagaimana laporan kematian puluhan anak akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk beberapa pekan lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay, di Jayapura, Senin (22/1) pagi.

Selain membuka posko, Dinas Kesehatan Papua melalui instruksi Gubernur Lukas Enembe, telah menerjunkan tim yang terdiri dari 10 tenaga medis, guna menetap selama setahun kedepan di Asmat, melakukan penanganan kesehatan.

Tim ini, tak hanya diisi oleh dinas kesehatan saja, melainkan tergabung dari tim Kementerian Kesehatan serta TNI/ POLRI.

“Yang pasti tim ini diharapkan bisa melakukan pemulihan terhadap pelayanan kesehatan di Asmat. Lebih utama bagi anak-anak yang terkena dampak dari kasus KLB campak dan gizi buruk.

“Saya sendiri juga akan kesana mendampingi para tenaga medis ini. Termasuk membawa logistik dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat disana. Ini menunjukan betapa kami sangat serius untuk melakukan penanganan kesehatan di Asmat,” ucapnya.

Dia tambahkan, sesungguhnya kematian di Asmat karena campak dan gizi buruk, juga terjadi di sejumlah kabupaten lainnya. Hanya saja, patut dilihat dengan seksama apakan jumlah yang meninggal itu sesuai dengan yang disekpos ke publik atau sebaliknya.

Oleh karenanya, dia berharap tim yang diturunkan itu dapat segera melaporkan hasil pendataan terhadpa kematian di Asmat.

“Karena standar operasional prosedurnya (SOP) begitu apalagi untuk kematian. Yang pasti kami di provinsi tidak bisa hanya karena ada laporan seseorang bahwa ada warga meninggal di kampung A sebanyak 10 orang lalu di tindaklanjuti menjadi bahan publik secara nasional”.

“Makanya kami dinas kesehatan sampai saat ini belum tanggapi mengenai jumlah kematian dan kabar KLB di Asmat,” terangnya. (HumasPapua)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :