-->

Aliansi Pemuda Papua Harapkan Kongres KNPI Berlangsung Lancar

KOTA JAYAPURA - Aliansi Pemuda Provinsi Papua mengharapkan agar pelaksanan Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-14 yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura-Papua dari awal hingga akhir bisa berjalan aman dan lancar.

“Memang kami mendengar berbagai masukan bahwa ada isu yang mulai berkembang di Kongres KNPI ke-14 ini. Bahkan ada yang kurang baik sehingga kami menyikapi itu dan diharapkan agar bisa berjalan dengan baik,” ungkap Ketua Aliansi Pemuda di tanah Papua, Yan Mandenas didampingi sekretarisnya Yulianus Dwaa kepada wartawan di Hotel Aston Jayapura, Papua, Kamis (26/2) tadi malam.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu dihadiri langsung mantan Ketua DPD KNPI Papua Gerson Djitmau dan Yusak Andato, mantan anggota DPR RI Diaz Gwijangge, dan sejumlah tokoh adat, perempuan dan masyarakat.

Menariknya lagi, dalam pertemuan itu dihadiri dua kandindat dari tujuh Kandindat Ketua Umum KNPI. Dua kandindat tersebut yakni, Ahmad Sahroni dan Muhammad Rivai Darus beserta tim pemenangannya.

“Kegiatan ini tidak ada yang sponsor. Murni dari kepedulian kami, sebagai pemuda agar dalam kongres kali ini di Papua berjalan dengan baik, dan menggambarkan kepada dunia bahwa Papua layak menyelenggarakan iven-iven nasional,” katanya.
Mengenai isu bahwa pertemuan atau pun diskusi itu ingin memenangkan salah satu kandidat yang hadir, Yan Mandenas menepis hal itu. “Kami tidak memihak kepada siapapun, harapannya siapa pun yang terpilih bisa membawa pemuda Indonesia, khususnya pemuda Papua ke kancah yang lebih tinggi,” katanya.

“Harapannya pada H-1 atau H-2 itu suasana yang ada saat ini di kongres KNPI bisa mencair, jangan lagi ada isu yang membuat peserta takut dan tertekan. Kita tepis semua itu, jadikan Papua tempat yang aman dan nyaman bagi kita semua,” tambah Yan Mandenas.

Sementara Sekretaris Aliasn Pemuda di tqanah Papua, Yulianus Dwaa mengatakan bahwa pihaknya menyelenggarakan pertemuan tersebut bukan untuk kepentingan tertentu, tetapi berharap dalam kongres KNPI bisa melahirkan sejumlah keputusan yang bisa mendorong pemuda Indonesia untuk berpikir cerdas dan bertindak bijaksana. “Siapa pun dia, yang jadi pemimpinan KNPI bisa lahir di Papua. Dan bisa buat yang terbaik untuk kemajuan pemuda Indonesia, khususnya pemuda Papua,” katanya.

Pada diskusi atau pertemuan tersebut kedua kandidat baik Ahmad Sahroni dan Muhammad Rivai Darus diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Dimana keduanya sepakat jika salah satunya terpilih menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode 2015-2018 akan mempercayakan pemuda Papua duduk dalam jajaran kepengurusannya masing-masing.

Sementara itu, sebelumnya, kandindat Ketua Umum KNPI, Ahmad Sahroni menyatakan,  selama 37 tahun  dirinya baru sampe di Papua. “Tanpa Kongres KNPI saya tidak bisa ke Papua. Alhamdulilah saya bisa melihat saudara-saudara saya di ujung timur dan ternyata Papua aman,” katanya.

Ia menyatakan, jikalau matahari datang dari timur maka dirinya timbul dari Timur. “Saya bangga ketika saya tiba di Papua langsung di panggil sebagai anak oleh Tokoh adat. Saya juga di berikan lambang kepala yakni topi Cenderawasih,” katanya.

Dia mengakui bahwa apa yang dialami di Papua jarang ditemukan di tempat lain. “Saya mau jadi pemimpin bukan hanya tergantung amplop tapi menginginkan bisa dilihat secara pesonal bukan secara global,” akunnya.

Lanjut anggota DPR RI ini mengaku, jika dirinya tidak berfikir untuk bisa duduk di legislatif dan juga tidak berfikir menjadi calon ketua Umum KNPI. ”Tuhan berkuasa dalam hidup saya, meski banyak pro dan kontra ketika saya mencalonkan ketua Umum KNPI. Namun ada kontra yang membuat dan memacu diri saya untuk menjadi lebih hebat di KNPI,” tuturnya.

Oleh karena itu, dirinya berprinsip agar setiap yang diberikan orang tidak mudah untuk ditinggalkan.  “Saya tidak ingin habis manis sepah dibuang. Saya juga tidak kacang lupa kulitnya,” ucapnya disambut para pemenangannya.

Bahkan lanjut dia, jikalau pemimpin dari ujung timur maka akan terang sampai ke barat nanti, sehingga meminta para pemuda Indonesia untuk memberikan masukan yang mungkin ada hal-hal yang terlewatkan. “Papua sebenarnya 10-15 tahun yang akan datang menjadi Papua yang dianggap paling hebat, tinggal membangun infrastrukturnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Rifai Darus yang juga sebagai Kandidat Ketua Umum KNPI, menyatakan, ketika dirinya menjadi ketua Umum KNPI maka akan membawa 10 pemuda Papua duduk dalam kabinetnya. [BintangPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah