Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 20 March 2019

Lukas Enembe Lantik Herry Ario Naap Pimpin Biak Numfor Periode 2019-2024

loading...
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe menginstruksikan Bupati Biak Herry Ario Naap untuk segera mendorong pengisian jabatan wakil bupati (wabup), sepeninggal almarhum Nehemia Wospakrik yang mangkat pada Desember 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Gubernur Lukas, usai melantik Bupati Kabupaten Biak Periode 2019 – 2024, Herry Ario Naap, di Lapangan Cenderawasih, Kabupaten Biak, Selasa (19/3) petang.

“Bupati definitif sudah saya lantik karena itu, saya harap tahapan berikut adalah memilih wabup untuk membantu tugas-tugas bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan di Biak,” terang ia.

Kendati demikian, Lukas mengingatkan agar pengisian jabatan wakil bupati, tak boleh dilakukan atas dasar keinginan bupati semata atau pihak tertentu. Pengisian jabatan pun wajib mengacu kepada aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam Pilkada ini kan ada partai yang mengusung calonbupati dan wakil bupati. Sehingga nanti partai politiklah yang mengajukan dua nama untuk bawa ke DPRD setempat, sehingga dibahas lalu memilih salah satu.”

“Tidak bisa bupati yang pilih wakilnya. Nanti ada mekanisme. Ingat sekali lagi harus ada mekanisme karena ada banyak kejadian kepala daerah atau wakilnya meninggal lalu proses penggantinya tak sesuai prosedur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Lukas pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Biak atas keterlambatan melantik bupati setempat. Hal itu, sambungnya, bukan merupakan hal yang disengaja, namun menunggu SK pelantikan bupati diterbitkan Mendagri.

“Masa jabatan Biak numfor sebenarnya berakhir 13 maret 2019. Sebelum berakhir saya janji mau lantik. Sudah sepakat sebelumnya digelar pada 11 Maret tapi ternyata belum ada SK. Jadi mohon maaf masyarakat biak, kita sebenarnya sudah siap tapi SK pelantikan baru terbit dari mendagri sehingga baru dilakukan pelantikan hari ini.”

“Ini bukan karena apa-apa (disengaja), jadi saya minta maaf kepada bupati dan masyarakat Biak. Tidak boleh dipersalahan siapa-siapa, sebab ini (keterlambatan penerbitan SK) dan karena sudah saya lantik sekarang maka pemerintahan silahkan jalan setelah hari ini,” tutur ia.

Diketahui pelantikan Bupati Biak, turut dihadiri para bupati se- bumi cenderawasih. Pelantikan bupati termuda se-Papua ini, turut dimeraihkan tarian kolosal nusantara serta adat setempat.

Kegiatan pelantikan juga dimeriahkan dengan pajangan masakan adat nusantara, mulai dari makanan khas Papua, Manado, Toraja, Batak dan lainnya. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...