Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 11 July 2020

The Brorivai Cente Gelar Webinar Quo Vadis Sumber Daya Maritim Indonesia Timur di Era COVID-19

loading...
MAKASSAR, LELEMUKU.COM - Diskusi webinar berjudul Quo Vadis Sumber Daya Maritim Indonesia Timur pada Sabtu, 11 Juli 2020 Pukul 14.00 WITA (13.00 WIB) oleh The Brorivai Center (BRCwebtalk).

Acara diskusi yang dibuka oleh Dr. Abdul Rivai Ras (Founder The Brorivai Center) dan Show Hostnya Nurhidayatullah B. Cottong (Chief of Strategic Communications - BRC) ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M.Agr (Gubernur Sulsel) dengan materi ‘’Deskripsi Pembangunan Maritim Sulsel’’, Pemberdayaan Masyarakat/Pekerja Laut - Injasmar dan Problematika Pengelolaan Potensi Sumber Daya Maritim Daerah.

Pembicara selanjutnya adalah Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc (Pakar Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas) dengan materi "Konsep Ideal dan Wacana Pengembangan Sumber Daya Maritim sebagai Pengganda Ekonomi di Era COVID-19 _’’ M. Zulfikar Mochtar, S.T., M.Sc (Dirjen Perikanan Tangkap KKP) dengan materi ‘’Kebijakan dan Model Pengelolaan Maritim (Perikanan dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Laut) Berbasis Kearifan Lokal dan Lingkungan ’’; dan Dr. Ir. Herman Khaeron, M.Si (Anggota DPR RI) dengan materi "Transformasi Politik Kelautan Indonesia dan Reorientasi Ekonomi Maritim sebagai Alternatif di Era COVID-19 ’’.

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...