Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 10 October 2020

Muhammad Musa’ad Hentikan Sementara Aktivitas Sekolah Tatap Muka di Waropen

loading...
Muhammad Musa’ad Hentikan Sementara Aktivitas Sekolah Tatap Muka di Waropen.lelemuku.com.jpg

BOTAWA, LELEMUKU.COM - Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Waropen Muhammad Musa’ad meminta seluruh aktivitas sekolah tatap muka di wilayahnya, untuk sementara dihentikan.

Ia meminta instansi terkait serta pihak sekolah, menyiapkan peratalan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, masker dan hand sanitizer sebelum membuka kembali sekolah.

“Mungkin nanti kita akan rapat bersama dengan komite sekolah dan orang tua dulu untuk memastikan protokol kesehatan dibuat secara tertulis baru sekolah tatap muka dibuka lagi”.

“Tapi dengan catatan semua harus dipatuhi sekolah, siswa dan guru yang mengajar,” terang bupati via sambungan telepon, Rabu.

Bupati mengakui saat ini Kabupaten Waropen masuk dalam zona hijau. Sehingga pimpinan sebelumnya mengambil kebijakan untuk membuka kembali sekolah tatap muka.

Hanya saja, Musa’ad tak ingin mengambil resiko sebab saat ini penularan Covid di Provinsi Papua secara umum terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

“Kemarin saya mengunjungi SMP di Waren yang sudah melakukan pembelajaran secara tatap muka, nah yang jadi pertanyaan apakah proses itu bisa menjamin? Apakah ada penularan atau tidak? Dan sepanjang bisa dijamin dipersilahkan”. 

“Tapi walapun selama ini sudah dilakukan tatap muka satu atau dua jam dan kemudian pulang, saya menilai masih harus dipastikan secara tertulis apakah protokol kesehatannya dijalankan. Sebab jika tidak sangat beresiko,” pungkasnya. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...