-->

Aparat Bongkar Tenda Warga Asli, Pendulang Pusak dan Palang Areal Tambang Freeport

Aparat Bongkar Tenda Warga Asli, Pendulang Pusak dan Palang Areal Tambang Freeport.lelemuku.com.jpg

TEMBAGAPURA, LELEMUKU.COM - Massa pendulang asli Papua melakukan pemalangan serta merusak sejumlah kendaraan milik PT.Freeport Indonesia (PTFI) di mile post (MP) 74 Ridge Camp, Kelurahan Tembagapura, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada Sabtu (16/10/2021) petang.

Kejadian bermula, saat satuan pengamanan (satpam) perusahaan dan Satuan Tugas (Satgas) Amole dari Kepolisian RI melakukan pembongkaran sejumlah tenda milik pendulang tradisional asli papua di hulu Kali Kabur yang menjadi daerah aliran sungai lokasi pembuangan limbah tailing perusahaan Tembaga tersebut.

Tak terima dengan pembongkaran tersebut, massa kemudian melakukan perlawanan dengan menyerang aparat gabungan satpam dan satgas Amole menggunakan batu dan kayu.

Aparat Bongkar Tenda Warga Asli, Pendulang Pusak dan Palang Areal Tambang Freeport.lelemuku.com.jpgSeorang pendulang dari Kampung Kongambugin Waa Banti I bernama Diloneginme Mom  dilaporkan menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh petugas keamanan.

Mom yang mengalami luka tersebut selanjutnya dievakuasi dan dirawat di RS Internasional SOS MP 68 Tembagapura.

Atas kericuhan tersebut, sejumlah kendaraan milik PTFI rusak dan mengalami pecah kaca.

Sementara itu jalan di depan Office Building (OB) 4 Ridgecamp juga dipalang oleh warga bersama beberapa karyawan yang bersimpati dengan peristiwa ini.

Petugas kemudian melakukan pengamanan di beberapa titik guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (Albert Batlayeri)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah