Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 14 April 2013

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan Canangkan Jalan Trans Papua

KOTA JAYAPURA - Pencanangan jalan trans Papua akan segera disampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, 29 April mendatang. Penyampaian itu menjadi fokus gubernur dalam menjalankan program kerjanya selam 100 hari ke depan.

“Pertama yang akan kita canangkan adalah pembangunan jalan trans Papua, apakah kita canangkan di Papua atau di Jakarta. Ini merupakan salah satu poin yang akan kita sampaikan pada tanggal 29 April mendatang ke pak SBY,” kata Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan, usai meninjau Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (12/04/2013).

Setelah pencanangan Jalan Trans Papua, ujar gubernur, akan dilanjutkan dengan pencanangan perumahan rakyat sebanyak 13 ribu rumah.

“Tahun pertama sekitar 1000 unit rumah untuk seluruh rakyat Papua, kemudian pencanangan Papua sebagai tuan rumah PON 2020 dan pencanangan jalur strategis Jayapura-Wamena yang sudah tujuh tahun tidak berjalan,” terangnya.

Kemudian pembangunan alan dari arah Selatan ke Utara, di mana jalan dari selatan masuk ke Pegunungan Bintang - Yahukimo, Paniai. Sedangkan arah Utara Jayapura – Sarmi - Waropen sampai ke Nabire.  Lanjutnya, hal yang sama akan dilakukan ke arah pegunungan ke selatan dari Giguru – Abema – Ilaga - Sugapa dan Paniai.

“Ini merupakan ruas-ruas besar yang akan menjadi penanganan, kemudian dengan satu keputusan untuk dibentuk Inpres tetapi harus diikuti oleh pembiayaan dan merupakan salah satu permintaan kita ke Presiden,” katanya.

Dia menjelaskan, panjang jalan trans Papua sampai Papua Barat sepanjang 3000 kilometer lebih. “Jadi arahan sudah jelas, seharusnya pembangunan infrastruktur ditangani oleh kota atau kabupaten. Tetapi selama ini ditangani oleh balai besar maupun PU provinsi, sehingga PU provinsi fokus pada pembangunan jalan trans Papua,” katanya. [PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :