Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Diduga Terlibat Korupsi Pengadaan Cinderamata Kulit, Johanes Gluba Gebze Diperiksa Mabes Polri

KOTA JAYAPURA - Mantan Bupati Merauke, Johanes Gluba Gebze saat ini tengah diperiksa Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan cinderamata kulit buaya tahun 2008-2009 lalu. Dalam kasus tersebut diperkirakan negara mengalami kerugian Rp18 milar rupiah.

Demikian dikemukakan Direktur Reserse Kriminal Khusus,(Direskrimsus) Polda Papua Kombes (Pol) Drs. Setyo Budyanto,SH.MH kepada wartawan saat ditemui di Mapolda Papua, Kamis (29/08/2013).

Menurut  Direskrimsus Kombes Setyo debagai bentuk keseriusan Polda Papua dalam menangani kasus korupsi ini, beberapa waktu lalu telah dilakukan gelar Perkara pegadaan cinderamta  di Bareskrim Mabes Polri.

“Dari gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri tersebut diperoleh kesimpulan hal utama adalah yang dilakukan adalah memeriksa  mantan Bupati Kabupaten Merauke, JGG  lebih dulu baru disusul mantan Wakil bupati Wartoyo dan mantan Sekda Yosep Rinta, “ ungkap Direskrimsus Kombes Setyo.

Direskrimsus Kombes Setyo mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu perkara pemeriksaan dari mantan bupati Johanes Gluba Gebze,  setelah itu baru dilakukan pemeriksaan terhadap WR dan YR.”Kami akan bekerja sekuat tenaga dengan dukungan darBareskrim Mabes Polri agar kasus ini cepat selesai,” ucap Direskrimsus Kombes Setyo.

Walau belum diperiksa penyidik  Reskrimsus Polda Papua, namun baik WR dan YR sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Direskrimsus Kombes Setyo mengakui kasus ini memang sudah lama. Untuk itu pihaknya akan bekerja dengan keras untuk mengungkapnya, dan mengirimkan berkasnya kepada Kejaksaan Tinggi. [PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :