Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Kacang Kedelai Mahal, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil

ABEPURA (KOTA JAYAPURA) –  Mahalnya harga kacang kedelai membuat pada pedagang tahu tempe memperkecil ukuran tahu maupun tempenya, karena kalau harga dinaikan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi penjualannya, hal tersebut diakui Rapia pedagang tempe dan tahu di pasar Youtefa.

Dikatakannya, hingga saat ini tahu dan tempe yang dijualnya belum dinaikan harganya masih tetap yaitu Rp. 2.500 untuk tahu dan Rp. 1.250 untuk harga tempe, cuma ukurannya saja diperkecil.

“Harga kedelai naik, jadi harus pintar-pintar menyiasatinya. Kalau langsung dinaikan harga kan tidak mungkin, caranya ukurannya di perkecil agar harganya tetap,” katanya kepada Papos.

Diakuinya, memang ada beberapa pelanggan yang mengeluh, kenapa sekarang tempe dan tahu ukurannya jadi kecil,  dia jujur saja kalau tidak di perkecil tidak akan dapat untung karena harga kedelai mahal.

“Dengan memperkecil ukuran tempe maupun tahu, baru terasa ada untungnya,  kendati tidak sebesar untung saat harga kedelai belum naik,” ungkapnya. [PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :