Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Perkembangan IPTEK dan Sumber Daya Manusia di Papua Masih Sporadis dan Parsial

KOTA JAYAPURA – Perkembangan ilmu dan teknologi yang sedemikian pesatnya menyebabkan perubahan tatanan yang cukup mendasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pemanfaatan teknologi informasi yang tepat dan pengelolaan informasi yang baik akan menambah nilai dan menghasilkan pengetahuan yang sangat khas bagi suatu negara, sesuai dengan kondisi dalam dan budaya,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP,MH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Drs.Elia I.loupatty pada seminar nasional pemanfaatan informasi komunikasi dan teknologi dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, Jumat (30/08/2013) kemarin Aula Universitas Yapis Jayapura.

Menurutnya, perencanaan dan pelaksanan pengembangan SDM terus bergulir dari waktu ke waktu dengan mengacu dan berpedoman pada strategi dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. Namun demikian, semua itu belum mampu menjawab berbagai permasalahan pokok dalam memberikan hasil yang optimal yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat di Papua.

“Hal ini disebabkan, karena perencanaan SDM yang sedang disusun selama ini masih bersifat sporadis dan parsial, masing-masing sektor berjalan sendiri-sendiri tanpa ada keterpaduan, sinkron dan bersinergi,” ujarnya.

Sehungan dengan itu berbagai upaya terus dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah secara sepihak maupun bersama berbagai pihak, pemerintah terus berupaya menyusun kebijakan dan program pembangunan secara bersinergi dalam bentuk kemitraan yang harmonis.

Dijelaskannya, dalam sistem dan tata cara penyusunan perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Undang-udang nomor 25 tahun 2004 dan peraturan pemerintah pendukungnya lainnya, mengisyarakatkan  bahwa untuk menyusun suatu perencanaan dan pengendalian pembangunan yang berkualiatas efektif dan efisien diperlukan data yang berkualitas, efektif dan akurat.

Sementara itu, Wakil ketua APTIKOM Pusat dan Sekjend Detiknas Prof.Zaenal A.Hasibuan mengatakan, manfaat dari IPTEK adalah bagaimana mengejar ketertinggalan.

“Selama ini kita belum menggunakan IPTEK dengan baik, karena kita baru sebatas menggunakannya saja tetapi dari segi bisnis belum dimanfaatkan,”terangnya.

Melalui seminar nasional pemanfaatan ICT dalam peningkatan sumber daya manusia sangat baik dan harus terus disikapi kedepan agar supaya masyarakat tidak hanya menjadi budak teknologi tetapi dapat menjadi master teknologi.

Sebab dengan kemajuan IPTEK yang terus mengalami perkembangan pesat, maka kemajuan IPTEK harus dapat dimanfaat dari berbagai segi seperti dapat digunakan sebagai ajang bisnis, contohnya masyarakat di Banglades menggunakan IPTEK untuk berbisnis.

“Ibu-ibu di di Bangladesh memanfaatkan IPTEK untuk berbisnis seperti industri rumahan mereka, kita berharap hal dapat menjadi contoh agar kita hanya menjadi budak IPTEK tetapi menjadi master IPTEK,”tambahnya.[PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :