Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 March 2014

Lukas Enembe Akui Banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang Harus Diselesaikan

KOTA JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH mengaku, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sebab, Papua masih tertinggal terutama masyarakat asli Papua.

“Hampir satu tahun memimpin provinsi, kami memulai kepimpinan  di provinsi ini. Banyak pekerjaan rumah yang kami berdua tidak dapat menyelesaikan, itulah sebabnya kami meletakkan pondasi untuk menata masa depan Papua,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH dalam sambutannya pada pelantikan eselon II,III dan IV baru-baru ini Di Sasana Krida kantor Gubernur Papua.

“Birokrasi merupakan bagian kecil dari persolan itu, persoalan yang ada didepan kita tidak bisa menyangkal kondisi Papua yang sangat kompleks,” ungkapnya.

Dikatakannya, masyarakat Papua yang masih tertinggal terutama penduduk asli Papua. Untuk itu, berbagai terobosan telah dilakukan sebagai bagian usaha untuk menjawab persoalan yang ada di Papua.

“Kita masih tertinggal terutama masyarakat asli Papua, berbagai terobosan yang kami sudah memulai sebagai bagian usaha untuk menjawab persoalan yang ada di Papua,” ujarnya.

 Tanpa didukung oleh staf yang kuat dan hebat, kata Lukas Enembe, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur tidak ada artinya,” kita tidak dapat artinya, kami hanya pimpinan memegang otoritas dari kekuasaan itu. Tapi pelaksana bukan kami kami berdua, kami perlu dukungan dari masyarakat. Pemerintahan kami hanya lima tahun, pemerintahan akan tetap jalan dari generasi ke generasi,” terangnya.

Oleh sebab itu, pemerintahan yang ada sekrang tidak boleh meninggalkan sesuatu yang tidak berarti bagi Papua. Sebab, Papua harus ditata dengan baik. Pemerintahan akan berganti dan pemimpinanpun akan berganti.

“Kita harus memulai dengan sesuatu inovatiof dan memiliki kemampun ganda,” terangnya.

Kepada saudara-saudara yang mendapat kepercayaan untuk memimpin birokrasi pemerintahan sebagian besar punya pengalaman di birokrasi. Ada yang datang dari kabupaten, ada yang langsung dari Distrik dan ada yang sudah cukup lama di provinsi Papua.

“Kalau dibawah kepimpinan  kita, selama satu tahun kita sudah melakukan berbagai kebijakan. Yang telah mengikuti dan melihat irama kepemimpinan kita, harus mengerti sementara yang tidak ikuti, ya tidak usah disini,” tandasnya.[PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :