Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 April 2015

Kepsek SMP Negeri 5 Arso Timur Cabuli Siswi 13 Tahun

KOTA JAYAPURA – Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Arso Timur, Kabupaten Keerom berininsial KN, dilaporkan telah mencabuli siswinya yang masih dibawah umur, sebut saja Bunga (Bukan Nama Asli) berusia 13 tahun, pada Kamis, 23 April 2015.

Warga Pir IV, Distrik Arso Timur, tersebut, merupakan ketiga kalinya. Namun kedok, itu baru diketahui setelah dilaporkan korban kepada orang tuanya, yang selanjutnya melaporkan ke SPKT Polres Keerom, pada Jumat (24/4) pagi, yang selanjutnya ditindaklanjuti Unit PPA Reskrim.

Dihadapan polisi, orang tua korban menceriterakan, pelaku melakukan perbuatannya sudah tiga kali. Dimana, pertama dilakukan sejak bulan Desember 2014 lalu, Bulan januari 2015, Bulan Februari 2015 dan Kamis 23 April lalu.

“Awalnya, korban dipanggil oleh pelaku masuk ke dalam ruangnya  (Ruang Kepala Sekolah), lalu korban disuruh untuk membuka rok seragam sekolah yang dikenakan, yang selanjutnya meraba kemaluan korban dengan menggunakan jari,” kata orang tua korban ketika melaporkan kejadian itu.

Ia mengemukakan,  pelaku melakukan perbuatan bejat itu, lantaran memvonis korban bahwa sudah tak perawan lagi. Sehingga untuk memastikan itu, pelaku menyuruh korban untuk membuka roknya. “Karena ketakutan dan tertekan, akhirnya korban membuka rok sesuai perintah pelaku yang kemudian melakukan perbuatannya,” ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Kombes Pol. Patrige mengatakan, berdasarkan laporan orang tua korban bahwa pencabulan dilakukan tiga kali.

Pertama, dilakukan bulan Desember 2014, bulan Januari 2015 dan bulan Februari 2015.

“Modusnya,  pelaku terlapor memanggil korban masuk menghadap ke ruangannya  (Ruang Kepala Sekolah) lalu memvonis jikalau korban sudah tak perawan lagi,” jelasnya, Minggu (26/4). Kata Kabid Humas, kini pelaku telah diamankan di Mapolres Keerom untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. [Binpa]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :