Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 31 May 2015

Wempi Wetipo Klaim Pengalihan Aset jadi Penghalang Meraih Opini WTP dari BPK

KOTA JAYAPURA - Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo menyatakan pihaknya saat ini sangat kesulitan meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Diungkapkan Wetipo, daerahnya hingga kini belum bisa mendapat opini WTP dari BPK salah satunya karena pengalihan aset pemerintah kabupaten yang hingga saat ini belum selesai.

"Kami belum bisa mendapat opini WTP dari BPK karena pengalihan aset pemerintah kabupaten belum tuntas," ujarnya pada Sabtu (30/5)

Diakuinya, Pemkab Jayawijaya sejauh ini baru bisa meraih opini WDP karena belum tuntasnya masalah aset, mengingat pemekaran daerahnya sudah menghasilkan tujuh kabupaten baru.

Kabupaten Jayawijaya merupakan induk dari pemekaran kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua, dan telah menghasilkan beberapa wilayah pemekaran seperti Kabupaten Tolikara, Kabupaten Pegunungan Bintang, kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Yalimo.

Kendati demikian, Pemkab Jayawijaya terus berupaya menyelesaikan permasalahan aset agar bisa meraih WTP.

"Kami juga selalu berkoordinasi sehingga masalah pelaporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Bupati Wempi Wetipo. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :