Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 31 May 2015

Beras Organik dari Merauke Sanggup Penuhi Permintaan Eropa dan Amerika

JAKARTA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah pusat akan membantu mengembangkan penanaman padi organik di Merauke guna memenuhi permintaan beras nasional dan selanjutnya guna memenuhi pasar Eropa serta Amerika.

"Beras organik kita bantu di Merauke sebanyak satu1 juta ton, bisa menopang Nusa Tenggara. Sasaran jangka panjangnya ekspor ke Eropa dan Amerika, karena permintaan dari dua negara itu sangat tinggi," kata Amran di sela-sela kunjungan ke Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (28/5).

Dia mengatakan beras organik baik untuk kesehatan dan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan beras anorganik.

Sebagai gambaran, beras organik harga pasarnya rata-rata Rp30 ribu/kg sedangkan beras nonorganik atau yang menggunakan bahan kimia untuk pupuk dan pemberantasan hamanya, hanya dijual di pasaran antara Rp6.000 - Rp8.500/kg.

"Padahal capeknya petani sama, mengeluarkan keringatnya sama dan masa menunggu panennya sama, tetapi hasil jualnya beda," katanya.

Dalam kunjungan di Fakultas Pertanian Unhas, Amran turut memberikan motivasi kepada mahasiswa pertanian untuk giat mengembangkan dan mencari varietas baru. Termasuk berperan serta menjadi penyuluh pertanian yang baik bagi petani.

Menurut dia, untuk menutupi jumlah penyuluh pertanian di lapangan yang masih minim, pemerintah melibatkan sebanyak 8.500 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, juga melibatkan angota Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) sebanyak 39 ribu orang. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :