Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 2 August 2015

Gunung Api di Pulau Manam Meletus

PORT MORESBY - Pemerintah Papua Nugini memperingatkan agar warga pada kampung yang berada di Pulau Manam, Distrik Bogia, Provinsi Madang, untuk mengambil tindakan pencegahan dan tetap waspada setelah letusan gunung berapi.

Badan Bencana Alam Nasional mengatakan bahwa letusan dan erupsi gunung api itu terjadi pada Jumat (28/7), 11 pagi waktu setempat itu  dengan bulu-bulu abu yang tertiup angin ke arah daratan.

Badan Bencana Alam mengatakan bahwa kota Bogia telah dilapisi abu, dan warga diberitahukan untuk menghindari lokasi-lokasi rawan bencana, dan secepatnya mengungsi ke areal yang lebih aman.

Meski belum mendapat rincian data seismik dari letusan tersebut karena masalah teknis pada peralatan transmisi, dikatakan bahwa dampa letusan itu dapat membesar, namun dengan kekuatan yang belum diketahui.

Pemerintah mengatakan bahwa letusan kemungkinan telah membuka saluran api yang selama ini tertutup dengan letusan-letusan yang sedang berlangsung saat ini. Dengan kemungkinan besaran variabel yang semakin bertambah.

Beberapa kota di wilayah timur seperti Vanimo, Wewak, Green River, Tabubil dan wilayah perbatasan Indonesia diperingatkan untuk selalu berjaga-jaga.

Pada November 2004, letusan besar pada Gunung Manam menewaskan lima orang dan memaksa evakuasi darurat lebih dari 9000 warga. Sepuluh tahun kemudian, banyak dari mereka masih tinggal di perumahan sementara.

Bandara Ditutup


Hal ini diantisipasi Bandara Merauke dengan menutup bandara tersebut sejak Jumat (31/7) pukul 22.00 WIT akibat Gunung Manam, di Distrik Bogia, Provinsi Madang, Papua Nugini meletus.

Kepala Bandara Merauke Asri Santoso, Sabtu, mengatakan mendapat laporan tentang debu vulkanik Gunung Manam yang terbawa angin hingga ke barat sehingga bandara pun ditutup sementara.

"Memang sejak Jumat malam kami sudah menutup karena dampak dari gunung tersebut, mengingat banyak pesawat yang melintas di atas Merauke," kata Asri melalui telepon.

Namun pada Sabtu (1/8), Asri mengatakan, Bandara Merauke kembali beroperasi pada pukul 10.00 WIT.

"Memang sejak Jumat malam, kami sudah menutup karena dampak dari gunung tersebut mengingat banyak pesawat yang melintas diatas Merauke," kata Asri melalui telepon genggamnya.

Laporan sendiri sudah dikirim sejak pukul 08.00 WIT, dan berharap bandara segera dapat beroperasi.

Akibat penutupan bandara, kata Asri, aktivitas bandara lumpuh karena penerbangan dari dan ke Merauke ditunda.

Setiap hari hari bandara Merauke selain melayani pesawat berbadan kecil seperti Cessna juga melayani ke kampung-kampung dan distrik serta ibukota kabupaten yang berada disekitar seperti Okaba, Tanah Merah, dan Ewer.

Sedangkan pesawat berbadan besar yakni maskapai Garuda, Lion Air dan Sriwijaya Air, tambah Asri. [RNZI/Papuanesia/Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :