Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 30 October 2015

Penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika Kembali Normal

TIMIKA (MIMIKA) - Aktivitas penerbangan pesawat-pesawat berbadan lebar dari dan ke Bandara Moses Kilangin Timika kembali normal sejak Selasa (27/10) setelah sebelumnya sempat terhenti total selama lebih dari sepekan akibat gangguan kabut asap.

Kepala Bandara Timika Subagyo Hadidjan di Timika, mengatakan tiga maskapai penerbangan yang rutin melayani penerbangan ke Timika yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Airfast Indonesia sudah kembali beroperasi secara normal.

"Kondisi cuaca sekarang sudah membaik. Sejak Selasa (27/10) semua penerbangan kembali beroperasi seperti semula," jelas Subagyo.

Subagyo memastikan tidak ada penumpukan penumpang di Bandara Timika lantaran semua maskapai penerbangan telah beroperasi.

Aktivitas penerbangan pesawat Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Airfast Indonesia sempat terhenti sejak Kamis (15/10) akibat gangguan kabut asap pekat kiriman dari Merauke dan Mappi yang menutup langit Kota Timika.

Bencana kabut asap tersebut juga mengganggu jadwal penerbangan pesawat-pesawat berbadan kecil dari Timika ke sejumlah daerah di pedalaman Papua.

Sementara itu prakirawan pada stasiun meteorologi kelas III Timika Dwi Christanto mengakui jumlah titik api (hot spot) di wilayah Papua dan Papua Barat kini menurun drastis dibandingkan pekan lalu.

Hal itu, katanya, membawa dampak positif terhadap penerbangan di Bandara Timika lantaran jarak pandang yang semakin jauh.

"Memang terjadi penurunan signifikan jumlah titik api terutama di Merauke dan Mappi. Bisa jadi ini karena upaya pemadaman di sana memang maksimal," kata Dwi.

Ia mengatakan, standar jarak pandang untuk penerbangan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737-800 mencapai 2,6 kilometer.

Sejak Selasa (27/10), jarak pandang horizontal di Bandara Timika sudah mencapai 4 kilometer.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob juga berharap seluruh maskapai penerbangan bisa kembali beroperasi secara normal mengingat kondisi cuaca yang semakin membaik di Timika.

John mengatakan hingga kini masih ada ribuan penumpang yang tertinggal di Timika. Para penumpang itu, katanya, merupakan penumpang yang sedianya berangkat pada pekan lalu.

"Kita semua berharap mudah-mudahan bencana kabut asap ini segera berlalu sehingga aktivitas penerbangan di Timika tidak lagi terganggu," ujarnya.

Terkait penanganan bencana kebakaran lahan di Merauke dan Mappi, hingga kini sebanyak 100 personel prajurit TNI AD dari berbagai kesatuan di Timika masih berada di Kabupaten Mappi untuk membantu memadamkan kobaran api di wilayah itu. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :