Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 30 October 2015

Rute Penerbangan Jayapura - Port Moresby Menunggu Keputusan

KOTA JAYAPURA - Dinas Perhubungan Provinsi Papua belum menerima kepastian mengenai pembukaan rute penerbangan RI-Papua Nugini (PNG) dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua Yusuf Yambe Yabdi di Jayapura, mengatakan, pemerintah provinsi sudah mengajukan surat ke Menteri Perhubungan, namun keputusannya belum ada.

"Mengenai konektivitas penerbangan, Gubernur Lukas Enembe sangat berkeinginan bisa terwujud mengingat kedua negara miliki kerja sama yang sangat baik, khususnya di bidang ekonomi," katanya.

Menurut Yusuf, untuk keputusan maskapai penerbangan yang akan mengisi rute penerbangan diserahkan kepada Direktorat Angkutan Udara.

"Secara administrasi, kami sudah melayangkan surat kepada Direktorat Angkutan Udara, bagaimana keputusannya nanti, tetap masih ditunggu," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG) sepakat membuka rute penerbangan baru dari Jayapura ke Port Moresby sebagai hasil pertemuan antar kedua negara yang digelar selama dua hari di Kota Jayapura.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Jumat, mengatakan usulan pembukaan rute penerbangan baru ini sudah disepakati kedua belah pihak, tinggal menunggu dari Kementerian Perhubungan.

"Nantinya pembukaan rute penerbangan baru antara Indonesia khususnya Papua dan Papua Nugini juga dapat meningkatkan kerja sama perekonomian antar kedua negara," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan ke Papua Nugini pada Mei 2015 menyatakan pemerintah Indonesia dan Papua Nugini (PNG) sepakat membuka jalur penerbangan melalui Garuda Indonesia dan Air Niugini.

“Kita juga sepakat untuk meningkatkan konektivitas,” kata Jokowi di Port Moresby, Selasa (12/5).

Konektivitas diyakini bisa meningkatkan berbagai kerjasama baik perdagangan maupun investasi dan menggandeng berbagai pihak swasta antara lain bidang energi, telekomunikasi dan perikanan.

“Kita menyambut baik kesepakatan Garuda Indonesia untuk melakukan go share dengan Air Niugini,” kata presiden.

Dalam kunjungan ke negara itu, presiden juga menyempatkan bertemu WNI di Port Moresby. Di PNG diketahui sekitar 1100 WNI berada. Selain itu Jokowi juga sempat melakukan pertemuan dengan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Sir Michael Ogio dan Ketua Parlemen Hon. Theo Zurenuoc.

Melaui keterangan pers bersama, PM PNG Peter O’Neill menyambut positif niat peningkatan kerjasama kedua negara. PNG adalah mitra dagang terbesar Indonesia di antara negara-negara kepulauan di Pasifik dengan volume perdagangan antara kedua negara pada 2014 mencapai $US 206,68 juta.[Antara/BeritaSatu]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :