Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 30 October 2015

Umat Kristen di Manokwari Tolak Pembangunan Masjid Tanpa Izin

MANOKWARI - Ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi di Manokwari, Kabupaten Manokwari pada Kamis (29/10) melakukan demonstrasi di depan kantor bupati guna menolak izin pembangunan masjid di  Jalan Trikora KM 19 Arfai II, Kompleks Anday, Distrik Manokwari Selatan.

Dalam unjuk rasa tersebut sempat terjadi ketegangan antara para pendemo dan Bupati Manokwari, Bastian Salabai yang menilai bupati lambat dalam mengeluarkan izin penolakan pembangunan masjid yang dibangun tanpa ijin tersebut.

Ketegangan mereda, setelah bupati memutuskan untuk menghentikan pembangunan rumah ibadah tersebut. Bupati juga segera mengomunikasikan hal ini bersama umat Muslim di Manokwari.

Menurut para pendemo, selain belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), pendirian rumah ibadah tersebut dianggap mencederai kerukunan umat beragama di Manokwari. Sebab lokasi yang akan dibangun masjid adalah salah satu tempat kali pertama agama Kristen masuk ke Papua.

“Penolakan pembangunan masjid ini, bukan berarti kami membenci saudara saudari kami yang beragama Islam, tapi kami ingin supaya ada penghargaan terhadap Manokwari sebagai pusat peradaban orang Papua dan pusat pekabaran Injil di Tanah Papua,” ungkap salah satu pendemo.

Sebelumnya, massa dengan menggunakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung, menggelar aksi longmarch dari Gedung Olahraga (GOR) di Kelurahan Sanggeng, menuju kantor Bupati Manokwari di Jalan Drs Esau Sesa.

Dalam aksinya tersebut, massa juga membawa dengan sejumlah spanduk dan pamflet berisikan penolakan pembangunan masjid di kompleks Anday. [Kompas]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :