Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 21 November 2015

Puskesmas Imbi Kehabisan Stok Obat KB

KOTA JAYAPURA - Puskesmas Imbi dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, sering kali mengalami kehabisan obat khususnya pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Pasalnya, pasien yang dilayani tidak hanya warga yang masuk dalam areal Puskesmas yakni kelurahan Imbi namun tidak sedikit juga pasien yang datang dari luar.

"Kenapa obat yang di berikan oleh BKKBN cepat habis? Itu dikarenakan banyak pasien yang datang dari luar kelurahan Imbi untuk berobat di Puskesmas kami," terang penanggung jawab pelayanan Keluarga Berencana (KB) Ny. Hubertina Teniwut kepada Dharapos.com saat di temui di ruangan Kepala Puskemas Imbi, Kamis (19/11).

Jelasnya, pelayanan KB yang dilakukan di Puskesmas Imbi dilaksanakan setiap hari kerja mulai Senin hingga Sabtu berupa pelayanan KB Suntik, Pil, Implan dan Kondom.

"Sedangkan IUD, kami tidak laksanakan karena pasiennya kurang tetapi untuk Puskesmas Imbi pasien akseptor yang paling banyak adalah KB suntik dan pil bagi pasangan usia subur," jelas Hubertina.

Ia juga menambahkan pelayanan KB suntik dan pil di Puskesmas Imbi khusus bagi orang asli Papua tidak dipungut biaya atau gratis terkecuali kalau obat yang diberikan oleh Pemerintah kota melalui BKKBN mengalami kehabisan stok.

"Maka kami memakai biaya mandiri dan mau tidak mau pasien tersebut harus membayar harga obatnya karena uang yang kami pergunakan adalah uang pribadi. Dan itu pun biaya yang kami terima dari pasien kami putar lagi untuk membeli obat sambil menunggu stok obat dari BKKBN," papar Hubertina seraya menambahkan karena stok obat dari BKKBN sebulan sekali baru disalurkan ke Puskesmas Imbi.

Pada kesempatan yang sama, kepala Puskesmas Imbi dr. Joke A. Supit mengungkapkan untuk pelayanan KB di Puskesmas Imbi sebagian besar mandiri tetapi pelayanannya satu pintu.

"Artinya kita harus lapor di loket dulu dan di antar ke tempat pelayanan KB. Terkait masalah ada pembayaran obat dari pihak pasien kepada para perawat pelayanan KB itu sudah di jelaskan oleh penanggung jawab pelayanan KB kepada pasien karena stok obat dari pihak BKKBN habis dan para pelayanan KB memakai dana pribadi," ungkapnya.

Ditegaskan, pihaknya selalu berusaha bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Dan tujuan dari semua itu hanya untuk demi kenyamanan dan kesembuhan para pasien yang berobat di Puskesmas Imbi," tukas dr. Joke. [Dharapos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :