Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 1 February 2017

BPJS Kesehatan Luncurkan Mobile Screening ke Warga Kota Sorong

KOTA SORONG - BPJS Kesehatan meluncurkan fitur "mobile screening" pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang berfungsi mendeteksi penyakit kronis, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia terlebih khusus di Kota Sorong, "Fitur mobile screening memberikan kemudahan bagi masyarakat melakukan deteksi dini terhadap empat penyakit kronis yakni Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner," kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sorong Natalia Pangelo di Sorong, Rabu.

Dia mengatakan, apabila masyarakan peserta BPJS Kesehatan ingin mengetahui riwayat kesehatannya tanpa harus mendatangi Puskesmas dan Rumah Sakit bisa melalui fitur mobile screening pada Handphone.

Caranya membuka aplikasi Google Playstore lalu mencari aplikasi BPJS Kesehatan mobile kemudian instal aplikasi. Selanjutnya register akun dengan mengisi data diri dengan benar.

Menurut dia, saat masuk ke aplikasi tersebut tampilan layar menunjukkan halaman registrasi lalu ada pilihan "Sudah" jika sudah memiliki porgram JKN-KIS, dan pilihan "Belum" bagi yang belum mempunyi kartu JKN-KIS, maka akan diarahkan untuk melakukan pendaftaran.

Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat atau peserta porgram JKN-KIS yang mengecek riwayat kesehatan melalui fitur mobile screening ada sekitar 47 pertanyaan termasuk identitas yang harus di jawab.

"Pertanyaan tersebut adalah kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga, dan pola makan. Apabila semua pertanyaan sudah dijawab, maka hasil 'mobile screening' bisa langsung diketahui saat itu juga sekaligus saran terhadap peserta," katanya.

Dikatakan, jika hasil risiko rendah terhadap seluruh penyakit, peserta diminta untuk menjaga pola hidup sehat, latihan fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari.

Begitu juga untuk risiko tinggi terhadap penyakit, maka peserta diharapkan dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke FKTP (klinik, puskesmas, atau dokter keluarga).

Natalia mengajak masyarakat Kota Sorong menggunakan fitur mobile screening guna melakukan deteksi dini terhadap empat penyakit kronis yakni Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner yang gejala pada fase awalnya terkadang diabaikan oleh masyarakat. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :