Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 4 February 2017

Duta Besar Untuk PNG Apresiasi Warga Wuvulu Penyelamat WNI Terdampar

JAKARTA - Duta Besar RI untuk Papua Nugini (PNG) Ronald Manik memberikan apresiasinya terhadap penduduk Pulau Wuvulu di Provinsi Manus yang menolong dan mendampingi dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditemukan terdampar di wilayahnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada penduduk pulau tersebut yang selain merawat kedua WNI dan mendampinginya hingga ke Wewak," kata Dubes Manik kepada Antara, Jumat malam.

Dikatakan, kedua WNI yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Hidayah setelah ditemukan kemudian dirawat di pulau tersebut sebelum diantar sama pimpinan kampung bersama seorang warganya ke Wewak.

Setelah mendapat perawatan, pimpinan kampung Wuvulu kembali kekampungnya namun salah satu warganya diminta tetap mendampingi ke dua WNI.

Sampai saat ini mereka masih mendampingi WNI dan KBRI akan membantu kepulangannya ke Wuvulu karena hanya dapat dijangkau melalui laut dengan mencarter perahu motor, kata Manik.

Dubes Manik mengatakan, kondisi kedua ABK yang selamat itu sudah sehat dan siap untuk pulang ke Indonesia melalui perbatasan RI-PNG yang dijadwalkan Sabtu (4/2).

"Saya yang akan mendampingi mereka dari Wewak," kata Dubes Manik yang mengaku saat ini sudah berada di Wewak.

Dua ABK KM Hidayah yang ditemukan penduduk P.Wuvulu, PNG yaitu Arif (nahkoda) dan Yoyo (ABK) sedangkan delapan orang lainnya tidak diketahui nasibnya.

KM.Hidayah yang membawa 10 penumpang dan abk itu berlayar dari Biak menuju Mamberamo Raya tanggal 27 Desember namun sempat dinyatakan hilang sebelum dua abk ditemukan penduduk PNG (ant)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :