Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 2 February 2017

Pembangunan PLTMG Holtekam Telah Dimulai

KOTA JAYAPURA - Manajemen PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua mengungkapkan kini proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Holtekam, Kota Jayapura, telah dimulai dengan jangka waktu kerja selama enam bulan.

"Proyek pembangunan pembangkit yang ada di Papua, saat ini yang sudah kontrak adalah di Holtekam, yaitu PLTMG MPP 50 MW," ujar General Manager PLN UIP Papua Henrison Lumbanraja di Jayapura, Kamis.

"Saat ini progres kontruksi sudah penimbunan tanah dan dijadwalkan selesai pada awal februari. Proyek ini direncanakan akan beroperasi pada Juli 2017," katanya.

Ia mengaku optimis pembangunan PLTMG ini bisa selesai tepat waktu karena konrak kerjanya hanya enam bulan, dan telah dimulai dengan penandatanganan kontraknya Desember 2016, dan Commersial Operation Date (COD) pada Juli 2017.

"Ini termasuk proyek yang cepat, hanya tujuh bulan, sehingga material-materialnya sudah diproses. Contohnya untuk mesin pembangkitnya sendiri sudah diproduksi di Finlandia. Lalu bahan-bahan untuk kontruksinya sekarang sudah menuju Holtekam," kata dia.

Hendrison menjelaskan meski bahan bakar utama untuk menghasilkan daya listrik adalah dengan menggunakan gas, namun PLTMG Holtekam akan terlebih dulu diaktifkan menggunakan BBM.

"Untuk awal, PLTMG ini akan menggunaklan BBM karena PLN sedang mempersiapkan sumber dan transportasi gasnya, sekarang lagi di proses di pusat sehingga diharapkan dua tahun yang akan datang kita sudah menggunakan gas. Jadi PLTMG ini memang sudah didesain bisa "dual fired", bisa menggunakan BBM dan gas," ujarnya lagi.

Menurutnya bila PLTMG Holtekam sudah bisa beroperasi, maka daya mampu di sistem kelistrikan Jayapura akan semakin handal karena mencapai 140 mw, sementara beban puncak tertinggi 72 mw.

Sebelumnya Hendrison sempat mengungkapkan pihaknya menargetkan pembangunan empat proyek kelistrikan bakal rampung pada 2017.

"Pada 2017, ditargetkan ada empat proyek infrastruktur kelistrikan rampung yang mencakup dua pusat listrik tenaga mesin gas (PLTMG) jenis MPP (mobile power plant) yakni Jayapura berkapasitas 50 MW dan Nabire 20 MW serta dua GI (gardu induk) yaitu Holtekamp dan Jayapura," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :