Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 March 2017

AIPD, AIPH, Unicef dan Kompak Pantau Pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya

WAMENA (JAYAWIJAYA) - Sejumlah organisasi dunia yang bergerak pada bidang kemanusiaan seperti AIPD, AIPH, Unicef dan Kompak berkunjung ke Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua untuk memantau pembangunan yang terjadi di sana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait, ketika ditemui di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan baru - baru ini lembaga tersebut menghadirkan 22 orang perwakilan untuk melihat secara dekat pelayanan pemerintah di sana.

"Mereka berada di Lanny Jaya selama beberapa hari untuk melihat bagaimana pemerintah Lanny Jaya memberikan bantuan dana tunai kepada masyarakat, lalu mereka akan memberikan semacam pendampingan atau peningkatan kapasitas pada beberapa hal tertentu yang berkaitan dengan bantu - bantuan itu," katanya.

Menurut dia jenis bantuan yang akan dipantau oleh organisasi Australia Indonesia Partnership For Decentralisation (AIPD), Australia Indonesia partnership for HIV (AIPH), Unicef dan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Kesejahteraan (Kompak) adalah tentang bantuan kepada ibu hamil.

"Kami di sini ada lima bentuk bantuan dana tunai yang kami berikan kepada masyarakat, yaitu UEP (Usaha Ekonomi Produktif) yang sudah jalan sejak 2012, kemudian bantuan kepada ibu hamil, bantuan perumahan dan bantuan wiraswasta termasuk Program Keluarga Harapan (PKH)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa hingga 2017, sekitar 300 - 400 orang pemuda dan pemudi asal Lanny Jaya mendapatkan bantuan wiraswasta muda tersebut.

"Bantuan itu diberikan untuk segala macam usaha yang dikembangkan oleh masyarakat Lanny Jaya," katanya.

Sebelumnya, Direktur lembaga Kompak Anna Winoto, mengatakan fokus Kompak adalah memperbaiki pelayanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami ke Lanny Jaya untuk belajar berbagai program bantuan terutama yang khusus inisiatif lokal kepada masyarakat, kami ingin mempelajari bagaimana implementasi kegiatan itu sehingga bisa mendesain kegiatan - kegiatan untuk diteruskan di masyarakat," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :