Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 11 April 2017

Dinsos Mimika akan Tertibkan Tukang Parkir Cilik

Dinsos Mimika akan Tertibkan Tukang Parkir Cilik 
TIMIKA (MIMIKA) - Dinas Sosial (Dinsos) Mimika, Provinsi Papua mengagendakan penertiban tukang parkir dari kalangan anak-anak di area kota Timika yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita akan lakukan 'sweeping' lagi sehingga ke depan itu tidak ada lagi anak-anak yang jadi tujang parkir karena anak-anak masih harus sekolah," kata Sekretaris Dinsos Kabupaten Mimika Nius Wenda, di Timika, Senin.

Ia mengatakan penertiban tersebut untuk menyikapi persoalan semakin maraknya tukang parkir dari kalangan anak-anak yang menggunakan karton untuk menutup jok kendaraan di sepanjang jalan Yos Sudarso, Timika.

"Kita akan akan koordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk tertibkan kembali, "katanya.

Menurut Nius, "anak-anak karton" itu bukan anak-anak terlantar, melainkan masih punya orangtua tetapi tidak mendapatkan asuhan secara baik dari orang tua masing-masing.

"Dulu kita pernah lakukan 'sweeping', ternyata ketika dimintai keterangan mereka mengakui kalau mereka punya orangtua. Dan saat itu juga kita panggil dan arahkan orangtua mereka agar anak-anak ini jangan ulangi lagi," ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada orangtua supaya melarang anak-anaknya tidak kembali melakukan pekerjaan itu. Sebab anak-anak ini masih duduk di bangku sekolah.

"Dinsos tidak manyiapkan wadah untuk menampung anak-anak ini, apalagi mereka punya orangtua. Kecuali mereka tidak punya orangtua, sehingga kami bisa berikan pelatihan atau ketrampilan. Kita lihat masih jam sekolah saja, mereka sudah berkeliaran di tempat yang mereka lakukan aktifitas itu," ujarnya.

Ia juga mengharapkan peran lurah dan ketua-ketua RT setempat anak-anak itu tinggal untuk memberikan pemahaman dan pengertian yang baik bagi orang tua dan anak-anaknya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :