Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 4 April 2017

Doddie Latuharhary Launching Album Baru, Cinta Se Harga Mati'


KOTA JAYAPURA - Momen Anniversary ke 17 Tahun berkarya di blantika musik, penyanyi asal kota Ambon, Doddie Latuharhary bakal melaunching album terbarunya, yang akan dilakukan pada 25 April dan 6 Mei mendatang

Dua daerah pun dipilih sang vokalis sebagai tempat launchingya hits terbarunya masing-masing, di Maumere Nusa Tenggara Timur yang dijadwalkan 25 April 2017.

“Selang 10 hari kemudian tepatnya pada 6 Mei mendatang, Timika, Provinsi Papua menjadi  kota kedua untuk launching album saya,” rinci Doddie Latuharhary, melalui telepon selulernya kepada Dharapos.com, Sabtu (1/4).

Penyanyi bersuara khas asal negeri Raja-raja Maluku ini, pun memperkenalkan hits terbarunya yang mengusung tema "Cinta Se Harga Mati" sebagai pembuktian 17 tahun dirinya berkarya di blantika musik tanah air.

Suara khas pria berkulit sawo matang ini telah menjadi pemuas telinga para pencinta musik di nusantara ini teristimewa bagi masyarakat di kawasan Indonesia tengah dan timur seperti NTT, Maluku dan Papua. Bahkan tak ketinggalan penyuka musik di negeri “Kincir Angin” Belanda.

Diakui Doddie, untuk album kali ini dirinya mengusung 8 lagu dengan hits andalan "Cinta Se Harga Mati".

“Keistimewaan dari album baru ini karena ini album Annversary dan 8 lagu ini mengusung berbagai macam genre mulai dari blues, pop, funky, reggae hingga irama dangdut dalam album ini. Pokoknya, setiap lagu mewakili genrenya masing-masing,” janjinya.

Di kesempatan itu, ia pun menyampaikan harapannya kepada para sahabat Doddie.

“Tetaplah menjadi bintang di langit malam, karena saat melihat bintang maka akan ada harapan cerah di hari esok untuk terus berkarya,” pesannya.

Doddie juga mengajak semua pihak untuk tidak membiarkan pembajak lagu-lagu miliknya merajalela.

“Saya mohon kepada para pencinta musik khusus lagu-lagu saya, untuk tidak membeli kaset bajakan,” tukasnya.

Sementara itu, pantauan Dharapos.com di Kota Jayapura, lagu-lagu Doddie kerap menjadi  incaran para penyuka lagu pria bersuara melankolis tersebut.

Bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai nada sambung pribadi pada ponsel maupun penghibur telinga para pengendara dan penumpang kendaraan roda empat yang lalu lalang di negeri berjuluk Port Numbay ini.

Mulai dari anak-anak, remaja, pemuda/i hingga para orang tua tak ketinggalan untuk sekedar melantunkan lagu Doddie di sela-sela aktivitas mereka.

Kepada para pencinta lagu-lagunya, Doddie menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan memiliki album-album miliknya.

“Tak lupa juga saya ingin sampaikan ucapan terima kasih puji syukur, hormat dan kemuliaan kepada Tuhan Yesus karena lewat berkat dan talenta yang diberikan, saya dikasih kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi pencinta musik serta menghibur basudara semua di Maluku, Papua, NTT dan di negeri Belanda,” tukasnya. (dharapos.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :