Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 13 April 2017

Jadi Tenaga Kerja Ilegal di Manokwari, Alec Andrew Forsyth Terancam Dideportasi

Jadi Tenaga Kerja Ilegal di Manokwari, Alec Andrew Forsyth Terancam Dideportasi
MANOKWARI - Seorang pilot berkewarganegaraan Selandia Baru yang terjaring operasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Papua Barat, Selasa (11/4) terancam dideportasi.

Pengawas Disnakertrans Papua Barat Bambang Iryadi di Manokwari, Rabu, mengatakan pilot bernama lengkap Alec Andrew Forsyth tersebut mengantongi Ijin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang dikeluarkan Menteri Tenaga Kerja.

Meskipun demikian, kata dia, sesuai IMTA tersebut Manokwari tidak masuk dalam daftar wilayah kerja.

"Kita akan mengajukan pencabutan IMTA dan selanjutnya harus dideportasi. Karena kalau masih nekat bertahan di sini yang bersangkutan adalah tenaga kerja ilegal," katanya.

Dia menyebutkan setelah terjaring operasi, Andrew tidak boleh melakukan penerbangan maupun menerbangkan kembali helikopter milik PT Hevilit Aviation Indonesia yang berkantor di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Saat ini masih di hotel, kami tidak punya kewenangan untuk menahan, kecuali kalau kami berkoordinasi dengan kepolisian, atau kantor imigrasi," katanya.

Bambang mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja agar tidak menerbitkan IMTA yang diajukan perusahan tempat Andrew bekerja. Selain menyalahi wilayah kerja, pria kelahiran 8 Agustus 1958 tersebut tidak memiliki ijin terbang.

"Sebelumnya, tepatnya pada bukan Maret lalu dia sudah pernah tertangkap dalam operasi yang dilaksanakan kantor Imigrasi. Saat itu kita lakukan pembinaan dan sekarang kembali melakukan pelanggaran," sebutnya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :