Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 19 April 2017

Lukas Enembe Apresiasi Pembangunan GKI Filadelfia Asei Nolokla Kampung Harapan

Lukas Enembe Apresiasi Pembangunan GKI Filadelfia Asei Nolokla Kampung Harapan
KOTA JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe mengapresiasi pembangunan gedung gereja GKI Filadelfia-Asei Nolokla, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura yang bergaya Eropa yang dielaborasi dengan ornamen adat budaya Sentani.

Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Selasa, mengaku kagum dengan desain gambar dari gedung gereja tersebut, apalagi lokasinya berada di jalan protokol berdekatan Stadion Utama Kampung Harapan yang disiapkan untuk PON 2020.

"Pemprov Papua hanya memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar dan sepertinya sedikit jika melihat kualitas desain gambarnya sehingga ke depan jika panitia pembangunan gedung gereja masih membutuhkan dana bisa disampaikan kepada kami," katanya.

Menurut Lukas, gereja ini akan memberikan warna pembangunan yang dilakukan pemerintah, apalagi nanti ada perhelatan PON 2020, dengan hadirnya gedung ini, akan digunakan sebagai tempat ibadah bagi duta-duta PON dari seluruh tanah air untuk beribadah.

Senada dengan Lukas Enembe, Theopilus Kere Ketua Panitia Pembangunan Gereja, mengatakan bangunan itu akan menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp4 miliar sehingga pihaknya menyampaikan terima kasih atas bantuan Gubernur Papua.

"Pertumbuhan umat beragama di Papua sudah berkembang cukup pesat terutama umat Kristen, sehingga harus bangun gereja untuk Tuhan yang memadai agar setiap umat Nasrani bisa menggunakannya untuk beribadah," katanya.

Theopilus menuturkan adapun target penyelesaian pembangunan yakni dua sampai tiga tahun, di mana pihaknya berharap Gubernur Papua sudah meletakkan batu pertama, maka nantinya diharapkan dapat meresmikan pula.

"Gedung gereja berlantai empat ini, didesain oleh arsitektur lulusan sekolah arsitek di kawasan Karawaci, Tangerang dan merupakan putra asli dari daerah Sentani," ujarnya. (antara/ foto:wartaplus.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :