-->

Polda Papua Barat Pertanyakan Kinerja Pemadam Kebakaran Pemda Manokwari

Polda Papua Barat Pertanyakan Kinerja Pemadam Kebakaran Pemda ManokwariMANOKWARI, PAPUA.US - Kita masih ingat kurang lebih bulan lalu tepatnya pada hari Selasa (19/12/2017) Tim Patroli Dit Sabhara Polda Papua Barat melaksanakan tugas rutin dimulai sejak pukul 09.00 wit dengan rute patroli jalan SMA Yapis menuju jalan Merdeka, dilanjutkan dengan menyusuri ruas jalan Pasir Putih – Bakaro sambil berhenti di seputaran Arowi sekitar satu jaman sekira pukul 10.00 wit melanjutkan perjalanan dan tembus  sampai di UNIPA Amban sambil sekitar pukul 10.15 wit sambil melakukan patroli dialogis dengab pihak UNIPA.

Usai melaksanakan patroli dialogis dengan rute Amban – Bumi Marina – Swapen Perkebunan – Polda Papua Barat dan melintas di TL Haji Bau sambil menunggu saat lampu hijau untuk melintas guna melanjutkan patroli ke kantor gubernur, terlihat asap hitam membumbung tinggi ke udara, tanpa berpikir panjang tim patroli melaporkan menggunakan handy talky kepada perwira yang sedang stand by dikantor (dikarenakan personil sabhara baru saja usai melakukan pembersihan di mako polda baru) dan atas petunjuk Direktur Sabhara Kombes Pol. Erdy Swahariyadi agar segera meluncurkan Water Canon sambil menunggu tim patroli mencari titik tepat lokasi TKP kebakaran tersebut.

Sehingga setelah ditelusuri tim patroli dapat memperoleh lokasi tepat kejadi kebakaran rumah milik Hj. Sri tersebut yakni di Wosi kompleks gaya baru kabupaten Manokwari dengan memanfaatkan teknologi share location yang menjadi fiture andalan Whatsapp maka tim patroli menshare location via grup Dit Samapta Supaya bisa menjadi panduan driver water canon Dit Sabhara Polda Papua Barat dapat menuju lokasi kebakaran tanpa harus mencari lagi dengan panduan dari google maps.

Dikarenakan jalan menuju TKP yang sempit membuat mobil water canon baru bisa tiba dilokasi dgn waktu 15 menit dari Polda Papua Barat lama.

Dengan kondisi tangki water canon 3/4 muatan, serta minimnya pengalaman dari operator AWC dalam memadamkan api karena yg dilatihkan adalah penanganan unjuk raksa yang anarkis namun hanya bermodalkan nekad dan keberanian, dengan sigap operator water canon langsung menyemprotkan air guna memadamkan api sehingga tidak perlu membuat api yang sudah berkobar tersebut merembet ke perumahan lainnya, selang 15 menit 1 unit mobil pemadam kebakaran yang kecil milik provinsi Papua Barat datang memback up.

Selanjutnya petugas Kepolisian lainnya baik dari fungsi kepolisian yang lain dr Polda Papua Barat maupun Polres Manokwari bersama masyarakat sekitar TKP mencoba bahu – membahu memadamkan api secara manual agar tidak merembet ke rumah lainnya.

Tidak terasa sudah 20 menit kepolisian dan masyarakat mencoba memadamkan api,namun karena rumah tersebut adalah lokasi penjualan minyak maka suatu hal yg tidak mudah untuk memadamkannya,dan persediaan air dalam water canon sudah habis dan harus mengisi ulang di PT. Fulica jalan baru yg mana membutuhkan waktu 30 menit pengisian baru bisa kembali ke lokasi, semntara mobil pemadam kebakaran milik provinsi lainnya sudah kehabisan air dan sedang menuju Fulica untuk mengisi ulang seperti yang dilakukan oleh water canon.

Dalam interval waktu tersebut ditambah cuaca yg ckup panas terik dan angin dari arah laut yg ckup kencang tidak terasa api sudah mulai menghanguskan 5 rumah.

Setelah tiba dari pengisian ulang airnya, mobil water canon dan unit pemadam kebakaran milik provinsi kembali dan menyemprotkan kembali ke arah rumah yg terbakar selanjutnya datang tangki air swasta yg memuat air shingga bs digunakan sebgai pengisian ulang cadangan di water canon.

Tidak terasa kurang lebih 2 jam mobil water canon bekerja dan berhasil memadamkan api namun sudah terlanjur menghanguskan 5 rumah, namun paling tidak telah mencegah api agar tidak merembet ke rumah lainnya.

Perlu kita ketahui bersama mobil Armor Water Canon (AWC) adalah kendaraan taktis milik Direktorat Sabhara Polda Papua Barat yang biasanya yang di design dan difungsikan sebagai alat meredakan/ antisipasi pengunjuk rasa kalau sudah tahap anarki dan biasanya mobil ini akan menyemprotkan air dan gas air mata bagi lengunjuk rasa yang sudah teramat anarkis. Mobil ini juga dilengkapi dengan kamera CCTV yang terpasang pada depan dan delakang mobil fungsinya untuk melihat posisi mobil, pengambilan gambar dan merekam seberapa bringas unjuk rasa pada saat kejadian bukan untuk memadamkan api dr rumah yang terbakar.

Namun pada waktu tersebut diatas akhirnya dapat menjalankan tugas kemanusiaan yakni membantu warga agar memadamkan api yg sudah terlanjur menghanguskan 5 rumah tersbut. Hal ini merupakan bagian dari deskresi kepolisian tanpa mengurangi fungsi dr Armor Water Canon itu sendiri, hal ini dilakukan karena keterbatasan personil dan unit mobil pemadam kabakaran yang menjadi tanggung jawab pemda setempat.

Belum usai ingatan kita mengenai peristiwa di atas, hari ini Rabu (17/1) tepatnya pukul 14.00 wit upaya inisiatif yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari deskresi kepolisian dari Direktorat Sabhara Polda Papua Barat yakni penggunaan Armor Water Canon kembali terjadi dimana rumah milik Edy Purnomo beralamatkan Reremi perumahan KPPN depan SMK N. 3 reremi yang kebtulan pemiliknya sedang keluar kota tepatnya di Bogor mengalami bencana kebakaran dan rumah tersebut ludes terbakar dan Armor Water Canon Dit Sabhara Polda Papua Baarat akhirnya melakukan tugas kemanusiaan kembali atas panggilan dari tim patroli Dit Sabhara yang kebetulan melintas didepan SMA 1 Reremi Manokwari dan juga turut dibantu masyarakat dan diback up oleh unit pemadam kebakaran kecil milik Pemprov Papua Barat, dan kurang lebih 15 menit api berhasil dipadamkan dan mencegah merambat ke perumahan lainnya.

Patut dipertanyakan, kemanakah mobil pemadam kebakaran milik Pemda Manokwari ?  mengapa lambat merespon bila terjadi kebakaran? Tentu hal itu patut menjadi pertanyaan kita selama ini, karena sepatutnya mobil kebakaranlah yang memiliki tanggung jawab memadamkan api bila terjadi kebakaran di suatu tempat dalam wilayah, namun faktanya selama ini di kota Manokwari mobil AWC Polda Papua Baratlah yang cepat merespon bila terjadi kebakaran. Semestinya mobil AWC dipergunakan untuk menghalau pengunjuk rasa bila sudah tak dapat dikendalikan.

Hal ini semestinya menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Manokwari karena telah berturut – turut kejadian seperti terulang. Respon cepat seharusnya dimiliki bagi insitusi seperti halnya pemadam kebakaran yang bersifat operasional di lapangan dalam membantu masyarakat. (PoldaPapuabarat)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah