Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 25 January 2018

Rustan Saru Nilai Absensi Guru Jadi Patokan Disiplin Tenaga Pendidik

Rustan Saru Nilai Absensi Guru Jadi Patokan Disiplin Tenaga PendidikJAYAPURA, PAPUA.US -Tingkat kehadiran tenaga pendidik baik guru tetap maupun honorer dinilai Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru, MM cukup memuaskan, namun temuan lapangan menunjukkan adanya ketidakdisiplinan absensi yang dilakukan sejumlah guru.

"Setiap pegawai harus mengisi absensi guna administrasi kepegawaian terlebih diisi dengan jujur, karena saya melihat masih ada yang memanipulasi jam kerja, belum jam pulang sudah meninggalkan tempat tapi ditulis jamnya tidak sesuai ketika meninggalkan tempat,"katanya melakukan sidak di ruang guru SMPN 3 Jayapura, Rabu 24 Januari 2018.

Temuan Wakil Wali Kota melihat bahwa sebagian besar guru tidak mengisi daftar hadir sebelum memulai proses belajar-mengajar. Untuk itu, Ia memerintahkan Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 agar mengikuti aturan pemerintah dalam hal ini administrasi kepegawaian. Seorang guru, lanjutnya, seharusnya memberi contoh yang baik kepada para siswa yang dididiknya terkhusus integritas dalam absensi.

Wakil Wali Kota juga menyoroti 22 tenaga honorer yang mengajar di SMPN 3 Jayapura. Ketidakefektifan jam mengajar dinilai sangat memberatkan guru honorer. Beberapa di antaranya memiliki jam mengajar yang bervariasi seperti mengajar satu minggu tiga kali, satu minggu empat kali, dan satu minggu lima kali. Hal tersebut merugikan guru honorer bagi mereka yang memiliki jarak rumah yang cukup jauh dari lokasi sekolah.

"Misalnya penggajian guru honor satu hari mengajar dua jam dengan jarak yang jauh, hanya dibayar Rp 30.000 satu hari, dengan transport Rp 40.000, transport lebih besar dari gajinya. Maka saya minta guru honorer ditertibkan jam belajarnya, agar bisa maksimal dalam mengajar paling tidak empat hingga enam jam sehari,"katanya.

Ia meminta Dewan Pengawas SMP dan Kabid untuk intensif meinjau lapangan agar bisa membenahi sistem yang kurang efektif. Wakil Wali Kota berharap dari total 37 SMP di Kota Jayapura, jika memiliki masalah yang sama dan beragam, setidaknya ada 20 sekolah dalam setahun yang sistemnya bisa dibenahi maka permasalahan ini akan semakin menyusut.(HumasKotaJayapura)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :