Mentan Tinjau Program Cetak Sawah dan Penanaman Padi di Merauke
pada tanggal
Minggu, 05 Juli 2026
MERAUKE, LELEMUKU.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung proses cetak sawah dan penanaman padi bersama para petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7/2026). Dalam kunjungan kerja di wilayah Provinsi Papua Selatan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa seluruh program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang kini berjalan sepenuhnya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat putra daerah setempat.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, tanah Papua kini menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan pangan nasional. Hingga tahun 2026, pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh tanah Papua. Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan rincian 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, yang membentuk hampir 100.000 hektare kawasan produksi pangan.
Sementara itu, sebaran pengembangan pertanian di wilayah lainnya meliputi Provinsi Papua sebanyak 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare. Melalui program ini, indeks pertanaman di Kabupaten Merauke tercatat meningkat dari 1,05 menjadi 1,82 hingga 2,00 yang berdampak langsung pada lonjakan produktivitas padi, luas panen, serta produksi beras.
Pemerintah pusat juga membangun ekosistem pertanian modern di wilayah ini melalui penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul, perbaikan sistem irigasi, pembentukan brigade pangan, hingga pendampingan intensif. Penerapan teknologi yang biasa digunakan oleh negara-negara maju tersebut kini diadopsi oleh para petani lokal untuk mengoptimalkan hasil panen mereka.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program ini murni milik rakyat dan masyarakat putra daerah Papua, sehingga tidak ada pihak yang boleh mengatasnamakan masyarakat untuk menyatakan ketidaksetujuan. Berdasarkan evaluasi di lapangan, pendapatan ekonomi masyarakat setempat dilaporkan mengalami kenaikan hingga 300 persen setelah program berjalan, bahkan kini muncul banyak permintaan tambahan pembukaan sawah baru.
“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Merauke kini menjadi tulang punggung utama pengembangan pangan di tanah Papua karena mengelola lebih dari separuh total target program nasional. Otoritas pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung seluruh proyek strategis nasional pada sektor pangan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak menteri pertanian karena program ini memberi manfaat besar bagi ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung penuh agar Papua Selatan menjadi lumbung pangan, bahkan ke depan mampu menjadi pengekspor beras,” katanya. (Evu)
