Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 12 March 2014

Provinsi Papua Jadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020

JAKARTA - Provinsi Papua menjadi tuan rumah PON ke-20 tahun 2020 setelah mendapat 66 suara hasil voting dalam hari terakhir Rapat Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun 2014 di JCC,Senayan, Jakarta.  Sebelumnya Papua mengantongi 40 suara dukungan dari KONI se-Indonesia dan sejumlah cabang olahraga.

Gubernur Papua Lukas Enember, S.IP usai voting rapat KONI se-Indonesia di Jakarta, Selasa (11/03/2014) malam, mengatakan, saat ini KONI dan cabang yang siap mendukung Papua sebagai tuan rumah sudah 40-an sehingga Papua dipastikan masuk tiga besar dalam bursa pencalonan.

Menurutnya, pada prinsipnya seluruh masyarakat di Papua mendukung Papua menjadi tuan rumah pada PON 2020. Karena itu, dalam rapat kerja KONI se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, pihaknya akan terus menyakinkan kesiapan Papua sebagai tuan rumah.

Dikatakan, Papua menjadi tuan rumah maka pelaksanaan pertandingan PON akan dilaksanakan di beberapa kota selain Jayapura yakni Merauke, Biak, Timika dan Wamena.

"Papua siap menjadi tuan rumah PON XX. Apabila Papua menjadi tuan rumah, maka akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal akan gratis," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe sebelum pemungutan suara dilakukan.

Lukas mengatakan Papua menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah PON XX 2020 dengan menandatangani nota kesepahaman bersama yang isinya seluruh akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal tidak akan dikenakan biaya dan ditandatangani oleh provinsi pendukung lainnya.

"Tidak ada masalah angkutan ke kawasan itu karena kami juga juga melakukan pertemuan dengan para operator penerbangan," ujarnya.

Lukas mengatakan Papua memiliki kekayaan alam yang belum diketahui secara nasional, oleh karena itu PON XX/2020 bisa menjadi perantara agar keindahan Papua dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Dituturkan bahwa sarana olahraga yang tersedia dan siap dipergunakan mencapai kurang lebih 60 persen, dan delapan sarana tambahan dibutuhkan untuk melengkapi 100 persen kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.

"Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Silakan para atlet dan tim pendukungnya datang ke Papua. Kami siap menjamu kehadiran kalian," kata Lukas.

Ia menambahkan, PON bisa diartikan, P : Pariwisata, O : Olahraga, N : NKRI. 

Hasil voting dari 94 suara terbagi dalam 60 cabang olahraga dari 34 Provinsi dan yang absen hanya cabang NPC, Propinsi Aceh mendapat 46 suara, Sumatera Utara 27 suara, Jawa Tengah 28 suara, Bali 46 suara, Sulawesi Selatan 23 suara dan Provinsi Papua mendapat 66 suara dengan total 236 suara. [RRI|BeritaSatu]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :