Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 16 March 2017

Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani Pimpin Provinsi Papua Barat

MANOKWARI – Komisi Pemilihan Umum Papua Barat menetapkan pasangan Dominggus Mandacan-Mohammad Lakotani yang dekenal dengan sebutan Doa Mu sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah 2017 berdasarkan SK KPU Nomor 14/BA/KPU/PB/III/2017, tanggal 13 Maret 2017 tentang Pleno Terbuka Penetapan Paslon Terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat.

Ketua KPU Papua Barat Amus Atkana pada pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih di Manokwari, Rabu, mengatakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di daerah berlangsung lancar dan aman.

Pihaknya bersyukur tidak ada sengketa antarkandidat maupun dengan Komisi Pemilihan Umum. “Kami mengapresiasi sikap pasangan Irene-Manaray dan Malak-Hindom yang legowo menerima hasil pilkada,” kata dia.

Ia berterima kasih kepada Polda Papua Barat serta Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari yang membantu pengamanan selama tahapan pilkada berlangsung.

“Kami pun mengapresiasi peran pers karena telah menyampaikan informasi yang akurat serta tidak memancing emosi massa,” kata dia.

Dia mengutarakan pasangan Dominggus-Lakotani pada pilkada tersebut unggul sebanyak 305.308 suara, disusul pasangan Malak-Hindom 137.484 suara dan pasangan Irene-Manaray 78.236 suara.

Dominggus-Lakotani, lanjut Amus mendominasi 58,2 persen suara pemilih di Papua Barat.

“Hari ini pemenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat sudah ditetapkan. Kami berharap tidak ada lagi yang mempersoalkan dan lebih mengedepankan pembangunan Papua Barat lima tahun ke depan, ” sebut Amus.

Setelah penetapan tersebut, KPU akan menyerahkan berkas hasil pemilihan kepada DPR Papua Barat, Kamis.

Ia berharap berkas tersebut segera diproses ke Kementerian Dalam Negeri agar segera diterbitkan surat keputusan.

Rapat Pleno ini dihadiri, Paslon Nomor urut 1 bersama partai pengusung, Bawaslu Papua Barat, Wakil Ketua DPRPB, Wakil Ketua MRPB, Penjabat Gubernur Papua Barat, Sekda Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Kodam XVIII Kasuari, pimpinan SKPD Pemprov dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Amus menyatakan menurut SK Mahkamah Konstitusi (MK), RI Nomor 32/pan.MK/3/2017, tanggal 13 Maret 2017, yang telah diregistrasi oleh MK, SK KPU RI Nomor 225/KPU/III/2017, tanggal 13 Maret 2017, perihal keterangan MK tentang permohonan perselihan hasil Pilgub yang telah diregistrasi Hasil Penghitungan Suara (HPS), Paslon Nomor ,1 Drs. Dominggus Mandacan M.Si- Mohamad Lakotani, M.Si, 305.538 suara, Paslon Nomor Urut 2, Irene Manibuy,SH- Abdullah Manaray,ST, 78.236 suara, dan Paslon Nomor urut 3, Drs. Stepanus Malak-Ali Hindom, S.Pd, 137.484 suara.

Ia menambahkan penetapan pemenang ini sesuai tahap Pilkada, serta menyambung Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara yang ditetapkan tanggal 25-27 Pebruari 2017 lalu.

“Keputusan KPU ini adalah sah dan harus diterima oleh kedua Paslon yang kalah, serta masyarakat pendukungnya. Selanjutnya berkas keputusan ini akan diserahkan ke DPR PB untuk di paripurnakan kemudian mengusulkan ke Presiden melalui Mendagri untuk pelantikan,” tukasnya.

Sementara, Kapolda Papua Barat, Brigjen, Drs Martuani Sormin Siregar, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak penyelenggara, terutama masyarakat yang sudah ikut mengawal dan memberikan keamanan, sehingga Pilgub dapat berjalan aman.

Lanjut dia, yang menjadi perhatian yaitu tiga daerah yang hingga saat ini masih hasil Pilkadanya  berperkara di MK, yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat. “Dari ketiga kabupaten ini, Maybrat dianggap paling rawan konflik, namun pihaknya berupaya melakukan pencegahan konflik yang kemungkinan terjadi antar masyarakat pendukung,” ucapnya.

Sementara, Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon terpilih Hasil Pilgub, Polda Papua Barat menerjunkan 278 personel. Pengamanan dikoordinir oleh Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi dan Wakasat Brimob, AKBP Johan H Sitorus. (cahayapapua/telegraf)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :