Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 5 April 2017

Thomas Talubun Tewas Terbunuh, Polres Mimika Kembali Bersiaga di Irigasi

 
TIMIKA (MIMIKA) - Situasi Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua kembali mencekam. Hal tersebut lantaran ditemukan seorang warga menjadi korban pembunuhan di area Irigasi, Jalan Hasanuddin pada Rabu (5/4) sekira pukul 08.00 WIT.

Akibat peristiwa itu, orang dekat korban mengamuk dan berupaya menyerang kubu yang diduga melakukan pembunuhan itu.

Kisruh bermula ketika seorang warga bernama Thomas Talubun (32) ditemukan tewas. Korban sebelumnya keluar dari rumahnya hendak menjemput istrinya yang berada di Jalan Pattimura. Dari penemuan itulah menyulut amarah warga dan berupaya melakukan penyerangan ke kelompok yang diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap korban.

Bahkan, warga mulai memadati Jalan Pattimura dan Jalan Busiri. Mereka keluar dan berupaya melakukan penyerangan ke arah Irigasi, tempat yang diduga berkumpulnya pelaku pembunuhan.

Beruntung, aparat kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia menghalau massa bersenjata tajam tradisional.

Massa kemudian hendak menuju RSUD Mimika untuk melihat jenazah korban, namun tidak diizinkan oleh aparat.

Untuk diketahui, sebelumnya pada Sabtu 1 April 2017 terjadi kasus penganiayaan terhadap salah satu tokoh masyarakat Amungme, Luther Magal. Dari kasus pembunuhan itu empat tersangka berhasil ditangkap dan sedang dalam proses hukum.

Namun keluarga korban masih tidak terima dan ingin membalas dendam kepada pelaku penganiayaan.

Selanjutnya pada Selasa 3 April 2017, dipicu penganiayaan di area Irigasi, warga lalu melakukan penyerangan secara brutal. Dari situ situasi di kota Timika mencekam hingga ditemukan lagi jenazah pagi tadi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Ratusan personil kepolisian disiagakan untuk menjaga sejumlah lokasi di Kota Timika yang dianggap rawan terjadi aksi penyerangan. Bahkan patroli rutin terus ditingkatkan untuk memantau adanya pergerakan massa.  (okezone)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :