Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 11 March 2014

"Journey to The South Pacific" Film Hollywood Pertama yang Menggambarkan Kekayaan Alam Tanah Papua

KOTA JAYAPURA - Sebagai film 3D pertama di Tanah Papua yang dibuat dari sebuah perusahaan Hollywood, Amerika Serikat, film "Journey to The South Pacific" atau, dalam bahasa Indonesia-nya "Perjalanan ke Pasifik Selatan" merupakan film yang patut menjadi kebanggan orang Papua.

Mengapa? karena melalui film ini, keindahan alam tanah Papua yang selama ini masih "disembunyikan" lewat layar lebar, dapat diungkapkan indah dan memukau.

Sebab, menurut Greg MacGillivray, sang sutradara film, ini merupakan kali pertama kamera film IMAX terbaru dan tercanggih yang digunakkan untuk mengambil film dikawasan Asia tenggara dan Pasifik.

Selain itu, ujar pria yang dua kali dinominasikan di Piala Oscar lewat film The Living Sea, Dolphins dan  Everest, film ini berfungsi sebagai penyadar masyarakat moden akan pentingnya kehidupan yang berimbang dengan alam, yang saat ini telah diabaikan oleh umat manusia.

Sebab Papua merupakan rumah dari lebih dari 2,000 makhluk laut yang kebanyakan merupakan spesies yang terancam punah, seperti Paus Hiu raksasa, penyu raksasa dan ikan pari manta Raksasa. Dengan 75 persen dari spesies dan lebih dari 40 persen ikan yang ada di dunia berada di sini.

Ia berharap dengan adanya film yang disutradarainya bersama Stephen Judson dan diproduksi oleh IMAX Entertainment dan MacGillivray Freeman Films ini dapat menjadi cerminan bahwa surga yang ada di bumi ini tidak akan punah jika manusia-nya hidup berimbang dengan alam.

Film 3 dimensi ini sendiri bercerita tentang perjalanan Jawi Mayor, seorang anak laki-laki berumur 13 tahun yang ingin menjaga dan melestarikan tanah airnya dengan berpetualang mengikuti kapal-sekolah, Kalabia.

Mengambil tempat di beberapa wilayah di tanah Papua, yakni di Pusat Segitiga Karang dunia, Raja Ampat, Pantai Utara Kepala Burung, dan Teluk Cenderawasih film yang dirilis sejak 27 November 2013 ini secara apik menampiklan keindahan tanah Papua baik dari laut, darat dan udara. [Imax|IMDB]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :